TULUNGAGUNG - Di kota, pengumuman biasanya ditempel di papan khusus atau disebar lewat media sosial. Tapi di kampung-kampung Tulungagung, tiang listrik punya fungsi lebih dari sekadar penyangga kabel.
Tiang listrik di Tulungagung terkadang juga berperan sebagai papan pengumuman darurat yang nyaris tak pernah kosong.
Mulai dari undangan pengajian di Tulungagung, pengumuman RT, info arisan, sampai fotokopian STNK motor bekas yang dijual, semua menempel rapi (atau kadang asal tempel) di tiang ini.
Bahkan, ada juga brosur tukang servis AC panggilan, jasa sedot WC, sampai selebaran bertulisan tangan soal lowongan kerja di pabrik luar kota.
Yang menarik, cara menempelnya pun khas: pakai selotip bening, paku kecil, atau kadang hanya diselipkan di kawat bekas yang nyangkut.
Ada tiang yang sudah seperti kolase berjalanlapisan kertas menumpuk dari berbagai masa, mengelupas satu per satu saat musim hujan tiba.
Buat warga, ini cara paling cepat menyebarkan informasi. Tak semua orang aktif di grup WhatsApp, dan tidak semua rumah punya papan pengumuman.
Tapi hampir semua orang pasti lewat depan tiang listrik. Maka, tiang-tiang ini jadi semacam "media massa lokal" diam tapi efektif.
Kadang lucu juga, karena dalam satu tiang bisa ditemukan iklan jasa bangun rumah berdampingan dengan pengumuman tahlilan dan info motor Beat 2012 warna merah dijual cepat.
Tiang listrik, dalam kesederhanaannya, menyimpan cerita banyak orang dan jadi bagian kecil dari dinamika kampung yang hidup. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah