Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tradisi Larung Sesaji di Pantai Kedung Tumpang Tulungagung, Simbol Persembahan ke Penguasa Laut

Ria Romadoni • Rabu, 16 Juli 2025 | 04:00 WIB

Tradisi Larung Sesaji yang dilaksanakan di Pantai Kedung Tumpang di Desa Pucanglaban Kecamatan Pucanglaban
Tradisi Larung Sesaji yang dilaksanakan di Pantai Kedung Tumpang di Desa Pucanglaban Kecamatan Pucanglaban

TULUNGAGUNG – Suasana penuh khidmat sekaligus meriah tampak menyelimuti kawasan Pantai Kedung Tumpang, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, saat acara Larung Sesaji atau Sedekah Laut digelar pada, Senin, 14 Juli 2025.

Tradisi Larung Sesaji adat pesisir Tulungagung ini disambut dengan antusias oleh masyarakat, tokoh desa, hingga mahasiswa dari berbagai universitas yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Acara larung Sesaji tahun ini terasa lRadarebih semarak karena dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UIN SATU), Universitas Airlangga (Unair), Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), serta Universitas Bhineka PGRI Tulungagung (UBHI).

Baca Juga: Tradisi Larung Sesaji di Pantai Popoh Tulungagung, Ritual Sakral dan Pelestarian Budaya Pesisir

Tak hanya mahasiswa, kegiatan budaya tahunan ini juga melibatkan Camat Pucanglaban, perangkat desa, Dinas Perhutani, hingga berbagai elemen masyarakat yang bahu-membahu memeriahkan prosesi larungan yang sudah menjadi bagian dari identitas warga pesisir selatan Tulungagung.

Salah satu panitia pelaksana, Bapak iyan, mengatakan bahwa kegiatan larungan kali ini terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu pembukaan langsung dilakukan di lokasi pantai, tahun ini prosesi pembukaan justru dimulai dari Balai Desa Pucanglaban, Tulungagung kemudian dilanjutkan dengan kirab budaya menuju pantai.

Sebelum pelaksanaan kirab pembukaan dimulai dengan makan bersama di Balai desa Pucanglaban dan beberapa sambutan dari panitia dan jajaran perangkat penting, lalu setelah itu proses kirab dari Balai Desa ke Pantai Kedung Tumpang Tulungagung dan dipimpin oleh mobil polisi.

Baca Juga: Larung Sembonyo Pantai Popoh Tulungagung, Tradisi Syukur Nelayan yang Terus Dilestarikan

Larung Sesaji atau Sedekah Laut merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan atas rezeki yang diberikan, terutama hasil laut. Dalam tradisi ini, berbagai sesaji seperti nasi tumpeng, hasil bumi, dan kepala hewan dipersembahkan lalu dilarung ke tengah laut sebagai simbol persembahan kepada penjaga laut atau dikenal dengan sebutan penguasa laut.

Masyarakat percaya bahwa tradisi ini juga menjadi bentuk permohonan agar laut tetap memberi hasil tangkapan yang melimpah dan masyarakat dijauhkan dari bencana.

Menurut tokoh adat setempat, tradisi ini bukan bagian dari ajaran agama tertentu, namun lebih pada kearifan lokal yang sudah diwariskan secara turun temurun dan menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara.

Baca Juga: PeduliLingkungan Begini Pesan Wabup Syah saat Larung Sembonyo di Kecamatan Panggul

Partisipasi mahasiswa KKN dalam kegiatan larung sesaji ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. Selain membantu panitia dalam persiapan dan pelaksanaan, para mahasiswa juga aktif mendokumentasikan acara dan memperkenalkan tradisi ini lewat media sosial.

Salah satu mahasiswa dari Universitas Airlangga, Richa, mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertamanya mengikuti tradisi budaya semacam ini.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh masyarakat dan para mahasiswa KKN, tradisi larung sesaji di Pantai Kedung Tumpang membuktikan bahwa warisan leluhur bisa tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat modern.

Tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk nyata dari identitas budaya, rasa syukur, dan harmoni antara manusia dengan alam semesta.

 

Editor : Matlaul Ngainul Aziz
#Larung Sesaji #tulungagung #Pantai Kedung Tumpang #sedekah laut