Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

1.698 Warga Tulungagung Terima Bansos dari Pemprov Jatim, Dinsos: Masih Ada PKH Plus Tahap II Akhir Juni

Aditya Yuda Setya Putra • Kamis, 17 Juli 2025 | 17:15 WIB

 

Pencairan BSU 2025 senilai RP 600 ribu dijadwalkan mulai akhir Juni ini.
Pencairan BSU 2025 senilai RP 600 ribu dijadwalkan mulai akhir Juni ini.

TULUNGAGUNG – Waktu pencairan bantuan sosial (bansos) dari APBD memang masih jadi tanya. Tapi, warga Tulungagung bisa bernapas lega. Sebab, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Tulungagung memastikan bantuan dari pemprov dan pemerintah pusat sudah dicairkan.

Secara umum, ada delapan program bansos yang dialamatkan ke masyarakat kurang mampu di Tulungagung.

Rinciannya, BLT rentan miskin, BLT prakarsa lansia, BLT disabilitas, dan BLT DBHCHT yang bersumber dari APBD Tulungagung.

Lalu, PKH plus dan DBHCHT provinsi yang bersumber dari anggaran pemprov. Selanjutnya, ada PKH dan BPNT yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat.

Hingga saat ini, pencairan empat program bantuan dari APBD memang belum digelar. Alasannya, dinas masih perlu menanti perampungan berbagai tahap administratif yang dipersyaratkan.

“Karena masih proses administrasi yang belum sepenuhnya. Karena kita masih harus memilih-milih mana yang kita prioritaskan untuk BLT ini,” ujar Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kabupaten Tulungagung, Teguh Abianto, Rabu (16/7/2025).

Menurut dia, hal ini harus segera ditindaklanjuti. Sebab, kebutuhan akan bantuan di masyarakat terbilang mendesak, khususnya di beberapa program yang menyasar masyarakat rentan.

“Sebetulnya semuanya (harus disegerakan), terutama yaitu yang lansia, sama miskin ekstrem. Jadi yang memang perlu segera, karena kita kasihan untuk orang-orang yang seharusnya berhak menerima,” bebernya.

Di sisi lain, dia memastikan bahwa program bantuan dari Pemprov Jatim sudah sampai ke para penerima di Bumi Lawadan.

Penyaluran bantuan PKH plus tahap II digelar pada 25-26 Juni lalu. Rinciannya, 48 orang penerima dari Kecamatan Bandung, 54 orang dari Kecamatan Besuki, 100 orang dari Kecamatan Kedungwaru, 58 orang dari Kecamatan Tulungagung.

Lalu, 37 orang dari Kecamatan Campurdarat, 76 orang dari Kecamatan Ngantru, 77 orang dari Kecamatan Karangrejo, 54 orang dari Kecamatan Kauman, 60 orang dari Kecamatan Kalidawir.

Serta 52 orang dari Kecamatan Ngunut, 102 orang dari Kecamatan Boyolangu, 91 orang dari Kecamatan Sendang, dan 32 orang dari Kecamatan Pakel. Maka, total ada 841 orang penerima PKH plus dari pemprov.

Program BLT DBHCHT provinsi juga sudah dicairkan pada 23-24 Juni lalu. Program bantuan ini khusus menyasar buruh pabrik rokok lintas wilayah di Jatim.

Total ada 15.000 orang penerima di 182 perusahaan rokok yang tersebar di 31 kabupaten/kota di Jatim yang disasar oleh program ini.

Adapun proses penyaluran digelar sebanyak satu kali dengan nominal  sekitar Rp 1,3 juta per penerima. Total ada 857 orang di Kabupaten Tulungagung yang jadi penerima program ini.

Maka, total ada 1.698 orang penerima bantuan PKH plus dan DBHCHT provinsi di wilayah Tulungagung. “Kita mencairkan dari DBHCHT provinsi, kemarin juga sudah dicairkan,” sebutnya. (dit/c1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#PKH 2025 #tulungagung #bansos #pemprov jatim