RADAR TULUNGAGUNG – Para nelayan di pesisir selatan Tulungagung tengah menghadapi tantangan berat memasuki musim paceklik yang berlangsung sejak Mei hingga Agustus.
Meski jumlah ikan laut sebenarnya melimpah, banyak nelayan terpaksa menambatkan perahu karena cuaca buruk yang ditandai dengan angin kencang dan ombak tinggi.
Baca Juga: Mitos atau Fakta: Benarkah Daya Ingat Ikan Mas Koki hanya 3 Detik
Kondisi ini membuat sebagian nelayan memilih pekerjaan alternatif, mulai dari memancing di perairan dekat pantai hingga menangkap benur, demi memastikan dapur keluarga tetap mengepul.
Misdianto, seorang nelayan asal Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, mengaku sudah terbiasa menghadapi musim sulit ini setiap tahun.
Baca Juga: Terancam Punah, Berikut Fakta Dugong Duyung Laut Asli Indonesia
Dia menjelaskan bahwa periode pertengahan tahun memang rawan angin kencang, sehingga meskipun ikan seperti tongkol, kembung, dan teri sedang banyak, risiko melaut dengan kapal besar terlalu tinggi.
“Di bulan Mei, Juni, Juli, Agustus itu mesti keluar anginnya plus ombak. Ikan banyak, melimpah. Tapi susahnya ndak bisa melaut,” tuturnya.
Baca Juga: Bukit Soka Parangtritis Bantul, Menikmati Indahnya Bentangan Laut dan Pantai dari Ketinggian
Selama cuaca ekstrem, nelayan di Pantai Klathak umumnya mencari cara lain untuk memperoleh penghasilan.
Ada yang membuka warung, bertani, atau memanfaatkan waktu dengan menangkap benur dan memancing di dekat pantai.
Baca Juga: Warga Tulungagung Perlu Tahu dan Waspada, Daftar 10 Ikan dengan Kandungan Merkuri Tinggi
Menurut Misdianto, langkah ini jauh lebih aman daripada memaksa diri ke laut lepas. “Kalau cuma nelayan thok ya repot. Ra isa ngebul tenan pawone,” ujarnya sambil tersenyum.
Berdasarkan pengalaman para nelayan, musim angin kencang di wilayah selatan Tulungagung biasanya berakhir di akhir Agustus.
Mereka pun berharap September menjadi awal musim melaut yang normal kembali, sehingga hasil tangkapan bisa menutupi biaya produksi yang selama ini tersendat.
“Kemungkinan besar sehabis Agustus selesai. Bisa melaut normal lagi,” pungkas Misdianto dengan nada optimistis.
Dengan membaiknya cuaca nanti, nelayan setempat berharap dapat kembali menghidupkan aktivitas perekonomian pesisir, mulai dari pelelangan ikan, pasokan untuk pasar, hingga distribusi ke luar daerah. ****
Editor : Dharaka R. Perdana
Sumber : Radar Tulungagung