RADAR TULUNGAGUNG - Jika kamu pernah berhenti di lampu merah Tulungagung, pasti sudah tidak asing dengan para pedagang yang sibuk menawari dagangannya. Ada yang menawarkan tisu, air mineral dingin, hingga jajanan ringan.
Bahkan, sesekali ada juga atraksi unik dari anak-anak muda yang mencoba peruntungan dengan keahlian mereka, mulai dari sulap sederhana sampai juggling bola.
Perempatan lampu merah memang jadi panggung kecil bagi mereka. Waktu berhenti kendaraan yang hanya beberapa detik itu dimanfaatkan sebaik mungkin.
Satu tangan membawa barang, satu tangan lagi menawarkan dengan cepat, berharap ada pengendara yang berkenan membeli. Bagi sebagian orang, ini pekerjaan sampingan. Tapi bagi sebagian lainnya, inilah cara bertahan hidup setiap hari.
Yang menarik, pedagang di perempatan lampu merah punya cerita sendiri-sendiri. Ada mahasiswa yang cari tambahan uang jajan, ada bapak-bapak yang ingin menyekolahkan anaknya, hingga remaja yang memilih berkreasi daripada sekadar meminta-minta.
Kehadiran mereka membuat suasana lampu merah Tulungagung tidak hanya jadi tempat berhenti, tapi juga ruang interaksi singkat antara penjual dan pembeli.
Di balik kesibukan lalu lintas, kehidupan mereka mengajarkan satu hal bahwa rezeki bisa datang dari mana saja, bahkan dari perempatan jalan yang hanya memberi waktu beberapa detik. ****
Editor : Dharaka R. Perdana