RADAR TULUNGAGUNG - Di banyak rumah di Tulungagung, ada pemandangan khas saat musim panen jagung tiba.
Karung-karung jagung hasil panen biasanya menumpuk di teras atau ruang tamu. Malam harinya, warga mulai berkumpul untuk mengupas jagung, tapi bukan dalam suasana tegang justru penuh santai ditemani televisi yang menyala.
Baca Juga: Nasi Ampok, Nasi Jagung Khas Tulungagung yang Mulai Jarang Ditemui
Bukan sekadar pekerjaan rumah, aktivitas ngupas jagung sering jadi ajang kumpul keluarga. Anak-anak membantu memisahkan kulit, sementara orang tua asyik mengobrol sambil sesekali melirik sinetron atau berita malam.
Hiburan dari TV membuat kerja terasa ringan, tidak membosankan, dan waktu pun berjalan cepat tanpa disadari.
Kebiasaan ini juga punya nilai kebersamaan. Daripada mengupas jagung sendirian, pekerjaan terasa lebih enak kalau dikerjakan bareng-bareng. Bahkan kadang tetangga ikut nimbrung, menjadikan momen ini seperti arisan kecil.
Baca Juga: Nasi Jagung dan Sayur Bening Tulungagung: Menu Legendaris yang Masih Dicari, Bukan Sekadar Kenangan
Jagung yang sudah terkupas nantinya bisa dijual, dibuat pakan ternak, atau diolah jadi jagung rebus dan bakwan jagung kesukaan banyak orang.
Jadi, ngupas jagung sambil nonton TV bukan sekadar pekerjaan, tapi juga bagian dari budaya santai dan guyub masyarakat Tulungagung. ****
Editor : Dharaka R. Perdana