RADAR TULUNGAGUNG — Operasi Pasar yang digelar Pemkab Tulungagung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) di Kecamatan Pagerwojo menarik perhatian ratusan warga sejak pagi.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 4 Desember 2025, ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menekan inflasi, menstabilkan harga kebutuhan pokok, serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang akhir tahun.
Berlokasi di halaman Kantor Kecamatan Pagerwojo, Operasi Pasar kali ini menyediakan sejumlah komoditas pokok dengan harga di bawah pasaran.
Beras SPHP dijual Rp58.000 per pack, telur ayam dibanderol Rp26.000 per kilogram, gula pasir Rp15.000 per kilogram, serta minyak goreng dijual hanya Rp15.000 per liter.
Deretan produk lain seperti bumbu instan hingga kebutuhan pangan harian juga disediakan dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Camat Pagerwojo, Setiono, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Operasi Pasar memberikan dampak langsung bagi masyarakat, terutama dari sisi keterjangkauan harga.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Bapak Bupati melalui Disperindag. Operasi Pasar ini sangat membantu masyarakat Pagerwojo karena harganya murah sehingga daya beli masyarakat lebih terjangkau,” ungkapnya.
Setiono mengungkap bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi, dibuktikan dengan ramainya warga yang hadir sejak pagi hari.
Ia menyebutkan, sedikitnya puluhan hingga ratusan orang memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah. Kondisi ini membuat seluruh dagangan ludes terjual hanya dalam waktu tiga jam.
“Semua sembako habis terjual dalam waktu singkat. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat sangat besar dan kegiatan ini mendapat apresiasi luas,” terangnya.
Menurut Setiono, Pagerwojo dipilih sebagai lokasi gelaran Operasi Pasar karena telah masuk dalam jadwal roadshow Disperindag yang berkeliling ke setiap kecamatan.
Penjadwalan ini menjadi strategi pemerintah daerah agar pemerataan bantuan dapat dirasakan masyarakat di seluruh wilayah Tulungagung.
“Pagerwojo memang sudah dijadwalkan. Kegiatan ini sifatnya keliling antarkecamatan sehingga setiap wilayah bisa merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur menjadi empat komoditas yang paling cepat habis diborong warga.
Harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar menjadi alasan utama masyarakat berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan ini.
“Empat komoditas itu yang paling laris. Masyarakat tahu harganya murah, jadi mereka tidak ingin melewatkan momen ini,” kata Setiono.
Camat Pagerwojo juga menegaskan bahwa kecamatan berperan sebagai unsur pendukung dalam kegiatan ini, sementara proses teknis berada di bawah tanggung jawab OPD terkait.
Hal ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah kecamatan, Disperindag, Bulog, serta berbagai pihak lain yang ikut mendukung terselenggaranya Operasi Pasar.
“Dengan cara seperti ini, kita bisa berkolaborasi untuk membantu masyarakat. Kecamatan sifatnya mendukung, sedangkan teknisnya ada di OPD,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Disperindag, Bulog, perangkat kecamatan Pagerwojo, hingga warga dalam jumlah besar.
Kehadiran para pihak ini menunjukkan soliditas pemerintah dalam menjamin kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau.
Di penghujung kegiatan, Setiono berharap Operasi Pasar tidak hanya berhenti pada satu titik, tetapi bisa berkelanjutan untuk menjaga stabilitas pangan masyarakat.
“Harapan saya kegiatan ini bisa terus berlanjut. Semoga masyarakat Pagerwojo dapat terus memanfaatkan Operasi Pasar dengan harga murah dan kualitas terjamin,” tegasnya.
Operasi Pasar di Pagerwojo menjadi bukti nyata bahwa intervensi pemerintah melalui harga terjangkau mampu memberikan dampak signifikan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat kecamatan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana