RADAR TULUNGAGUNG - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Sosial (Kesra) di Tulungagung sudah digelar.
Kendati mayoritas dana telah tersalurkan, Dinsos Tulungagung mengungkapkan bahwa proses pencairan bantuan ini sempat menemui hambatan teknis akibat adanya persoalan administrasi pada data sebagian penerima.
Kabid perlindungan dan jaminan sosial Teguh Abianto mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun dari PT Pos, tercatat setidaknya ada sekitar 36.903 warga Tulungagung masuk dalam daftar penerima bantuan yang berasal dari pemerintah pusat ini.
Adapun skema pencairan dilakukan secara rapel untuk tiga bulan sekaligus. Setiap bulannya, penerima mendapatkan alokasi sebesar Rp 300 ribu sehingga total nominal uang tunai yang dikantongi per orang mencapai Rp 900 ribu.
"Untuk BLT Kesra, alhamdulillah kita sudah salur. Ya mungkin ada beberapa yang terkendala dengan administrasi. Tapi kita usahakan untuk tetap salur," ujarnya.
Teguh juga menekankan bahwa masyarakat perlu memahami jika kucuran dana segar ini tidak bersifat berkelanjutan untuk jangka panjang, tetapi hanya dialokasikan untuk termin waktu tertentu sesuai kebijakan pusat.
"Ya untuk sementara ini hanya satu periode," tambahnya.
Disinggung mengenai teknis penyaluran di lapangan, Teguh mengungkapkan bahwa metode transfer secara langsung diterapkan untuk memastikan keamanan dana.
Bagi KPM yang telah memiliki rekening bank aktif, dana bantuan langsung dikirimkan ke nomor rekening masing-masing tanpa perantara.
Sementara bagi warga yang terdata namun belum memiliki akses perbankan, pemerintah memfasilitasi pembuatan rekening baru agar bantuan tetap bisa diterima sesuai prosedur.
"Untuk yang sudah punya rekening, kita langsung ke rekening. Dan nanti kalau yang belum, kita usahakan untuk pembuatan," jelasnya.
Menutup keterangannya, Teguh memastikan bagi warga yang haknya belum cair karena masalah data kependudukan atau ketidaksesuaian nama, pihaknya sedang melakukan perbaikan agar dana tersebut tidak hangus dan bisa segera diambil oleh yang berhak.
"Tapi yang terkendala dengan administrasi, kita usahakan untuk pembenahan administrasinya," tandasnya. (dit/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri