Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Liburan Tulungagung yang Tidak Berisik di Telinga untuk Menyambut Pergantian Tahun, Ada yang Tahu?

Yoga Dany Damara • Senin, 22 Desember 2025 | 06:50 WIB

Di tengah budaya liburan yang sering identik dengan keramaian, Tulungagung menawarkan alternatif liburan yang tidak berisik di kepala.
Di tengah budaya liburan yang sering identik dengan keramaian, Tulungagung menawarkan alternatif liburan yang tidak berisik di kepala.

RADAR TULUNGAGUNG - Tidak semua liburan harus penuh suara. Tidak semua jeda perlu musik keras, terompet, atau hitung mundur dengan teriakan.

Di Tulungagung, liburan justru sering hadir dengan cara yang lebih sederhana sunyi yang ramah, tenang yang tidak memaksa.

Baca Juga: Warung Kopi Tulungagung di 2026, Pusat Informasi yang Tak Pernah Tutup, Ruang Sosial Alternatif di Luar Layar Gawai

Di kota ini, liburan bisa berarti bangun pagi tanpa alarm. Jalanan masih lengang, warung kopi baru membuka pintu, dan udara terasa lebih jujur karena belum tercampur klakson.

Tidak ada agenda besar, tidak ada target “harus ke mana”. Yang ada hanya waktu yang melambat, memberi ruang untuk kepala bernapas.

Baca Juga: Liburan Akhir Tahun ke Pantai Gemah Tulungagung, Destinasi Favorit Liburan Keluarga

Pantai-pantai di Tulungagung, misalnya, tidak selalu riuh oleh kerumunan. Datanglah di jam-jam biasa, saat matahari belum terlalu tinggi.

Debur ombak cukup untuk menemani pikiran yang lelah. Duduk diam, menatap laut, tanpa perlu mengabadikan setiap sudutnya. Tidak ada kewajiban untuk terlihat bahagia cukup merasa tenang.

Baca Juga: Liburan Tak Perlu Pergi Jauh, Kegiatan Rumahan Khas Tulungagung yang Layak Jadi Tren Akhir Tahun

Di desa-desa, liburan terasa lebih personal. Suara ayam, langkah sepeda, dan obrolan pelan antar tetangga menjadi latar yang menenangkan.

Waktu berjalan tanpa notifikasi. Pikiran yang biasanya penuh daftar tugas perlahan kosong, seperti halaman buku yang siap diisi ulang.

Liburan di Tulungagung juga bisa sesederhana pulang ke rumah lebih awal. Menyeduh teh hangat saat hujan turun, membaca ulang buku lama, atau sekadar memandangi langit sore dari teras.

Tidak ada pesta, tidak ada perayaan besar, tapi justru di situlah kepala menemukan ketenangannya.

Di tengah budaya liburan yang sering identik dengan keramaian, Tulungagung menawarkan alternatif: liburan yang tidak berisik di kepala.

Liburan yang tidak menuntut apa-apa. Karena kadang, yang paling kita butuhkan bukan pergi jauh, melainkan berhenti sejenak dan membiarkan diri sendiri benar-benar istirahat. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #liburan #sunyi