RADAR TULUNGAGUNG - Ratusan warga Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung menggeruduk kantor desa setempat pada Kamis (15/1/2025) lalu.
Aksi tersebut dilakukan untuk menolak rencana pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang direncanakan berdiri di atas lapangan desa di Dusun Darungan, tepatnya di sekitar pelataran kantor desa.
Warga menilai lokasi tersebut tidak tepat karena menutup akses menuju musalla serta mengurangi fungsi lapangan.
Mengingat selama ini digunakan untuk kegiatan sosial masyarakat, termasuk aktivitas anak-anak dan kegiatan warga lainnya.
Aksi ini sempat diwarnai adu argumen antara Kepala Desa Kalibatur, Asim, dengan warga desa yang menggelar aksi.
Namun, setelah dilakukan musyawarah, pihak desa akhirnya memutuskan memindahkan lokasi pembangunan sesuai dengan permintaan masyarakat.
Koordinator aksi massa, Wahyudi, menegaskan bahwa inti penolakan warga adalah karena pembangunan tersebut mengganggu aktivitas sosial masyarakat. Karena mengutup akses ke beberapa fasilitas publik yang setiap hari dilintasi warga.
“Kalau dibangun di situ, akses warga ke musalla akan tertutup. Anak sekolah juga terganggu. Lapangan itu selama ini dipakai warga untuk kegiatan sosial,” ujar Wahyudi.
Menurut dia, warga sebenarnya tidak menolak program koperasi, namun menolak lokasi pembangunannya.
Baca Juga: Ada Banyak Tantangan Menjalankan Koperasi Desa Merah Putih, Begini Pendapat Pakar Ekonomi UGM
Bahkan mereka berharap lokasi gerai itu bisa dipindahkan ke lokasi yang tidak mengganggu fasilitas publik.
“Kita tidak menolak koperasinya, tapi lokasinya. Kalau bisa dialihkan ke tempat lain, misalnya ke arah pantai,” katanya.
Wahyudi mengakui jika sebelumnya pemdes memang menggelar musyawarah desa untuk membahas pembangunan itu. Sayangnya tidak melibatkan seluruh lapisan masyarakat Kalibatur.
“Musdes memang ada, tapi yang diundang hanya segelintir orang. Banyak warga tidak diajak koordinasi,” jelasnya.
Dengan keputusan pemindahan lokasi tersebut, warga mengaku puas dan merasa pemerintah desa akhirnya mau mendengarkan keluh kesah warganya.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat kompak dan setuju tidak ada pembangunan di sini,” ujar Wahyudi. ****
Editor : Dharaka R. Perdana