Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kaderisasi IPNU–IPPNU Tulungagung di Era Digital, Menyikapi Tantangan Gen Z dan Menjaga Nilai Aswaja

M. Abdul Hamid • Minggu, 1 Februari 2026 | 09:46 WIB
IPNU dan IPPNU Tulungagung perkuat kaderisasi di tengah tantangan era digital dan karakter Gen Z yang dinamis.(Gemini AI)
IPNU dan IPPNU Tulungagung perkuat kaderisasi di tengah tantangan era digital dan karakter Gen Z yang dinamis.(Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG - IPNU dan IPPNU Kabupaten Tulungagung terus berupaya memperkuat kaderisasi di tengah tantangan era digital dan karakter Gen Z yang dinamis.

Organisasi pelajar di bawah Nahdlatul Ulama ini menegaskan bahwa kaderisasi tidak hanya berorientasi pada kuantitas anggota, tetapi lebih menekankan pada kualitas kader yang terbentuk secara ideologis, mental, dan sosial.

Pj Ketua PC IPNU Kabupaten Tulungagung, Hasan Mushtofa, menyampaikan bahwa proses kaderisasi tetap berjalan melalui pendidikan dan pembinaan yang terstruktur.

Salah satunya melalui kegiatan Latihan Kader Muda (LAKMUD) yang tidak hanya menjadi pelatihan formal, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan komitmen, serta peneguhan niat kader untuk berkhidmat di organisasi.

Dalam kegiatan tersebut, para kader dibekali pemahaman tentang tanggung jawab, solidaritas, dan semangat perjuangan, yang dibingkai dengan nilai keilmuan serta ke-NU-an.

Proses ini diharapkan mampu membentuk kader yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga matang dalam sikap dan pemikiran.

“Kami ingin kader Gen Z terbentuk secara alami, tidak dengan paksaan. Ketika prosesnya dibuat menyenangkan, solidaritas akan tumbuh, kader menjadi solid, dan mereka dengan sendirinya bisa mengajak teman-temannya untuk ikut berorganisasi,” ujar Hasan.

Untuk menjawab tantangan minat anak muda, IPNU–IPPNU Tulungagung juga mengemas kaderisasi dengan pendekatan yang lebih nonformal dan dekat dengan dunia Gen Z.

Berbagai kegiatan dijadikan pintu masuk kaderisasi, mulai dari perlombaan seperti turnamen Mobile Legends (ML) yang diminati anak muda, hingga olahraga seperti badminton, futsal, dan voli yang digemari pelajar dan mahasiswa.

”Pendekatan ini dinilai efektif karena memberi ruang ekspresi bagi anak muda sekaligus membangun kebersamaan antarkader. Meski dikemas santai dan menyenangkan, substansi kaderisasi tetap dijaga agar kualitas kader tidak berkurang, justru terus ditumbuhkan melalui proses pendampingan dan pembinaan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PC IPPNU Kabupaten Tulungagung, Nanda Oktavia Anggraeni, menegaskan bahwa fleksibilitas pendekatan tidak boleh menghilangkan nilai dasar organisasi.

“Bagi kami, kualitas kader adalah prioritas utama. Kegiatan boleh dibuat menyenangkan dan nonformal, tetapi nilai Aswaja dan proses kaderisasi tetap harus berjalan dan ditanamkan,” kata Nanda.

Menurutnya, ketika anak muda sudah merasa nyaman dan memiliki ikatan emosional dengan organisasi, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) akan lebih mudah hidup dalam sikap dan perilaku kader sehari-hari.

”Karena itu, IPPNU juga menekankan pentingnya pendampingan khusus bagi kader agar tetap berada pada jalur perjuangan NU,” tuturnya. (mg1/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#ipnu #Gen Z #ASWAJA #kaderisasi #ippnu