RADAR TULUNGAGUNG – Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tulungagung sepanjang 2025 mencatatkan hasil positif.
Realisasi PAD menembus angka sekitar Rp 902,3 miliar, melampaui target yang ditetapkan sekitar Rp 789,2 miliar atau tercapai 114 persen.
Kendati demikian, mereka tidak boleh berleha-leha dan wajib menggenjot lagi pada tahun ini.
Capaian tersebut sekaligus mencatatkan surplus sebesar Rp 113,118 miliar dari target awal.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, lonjakan PAD juga terbilang signifikan.
Pada 2024, realisasi PAD tercatat Rp 709,807 miliar, sehingga terjadi kenaikan Rp 192,532 miliar atau tumbuh 27,12 persen pada 2025.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tulungagung, Sukowinarno, membenarkan capaian tersebut.
Menurutnya, peningkatan PAD tidak lepas dari optimalisasi berbagai sektor pendapatan serta meningkatnya kesadaran wajib pajak.
“Alhamdulillah, realisasi PAD 2025 melampaui target. Ini hasil kerja bersama, mulai dari optimalisasi pajak daerah, retribusi, hingga perbaikan sistem pelayanan pendapatan,” kata Sukowinarno, Jumat (6/2).
Ia menjelaskan, sejumlah sektor memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan PAD, terutama pajak daerah dan penguatan sistem digitalisasi pembayaran.
Selain itu, pengawasan dan pendataan potensi pajak juga terus diperkuat sepanjang tahun 2025.
“Upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan terus kami lakukan. Mulai dari pembaruan data objek pajak, peningkatan pengawasan, hingga kemudahan layanan berbasis digital,” imbuhnya.
Sukowinarno menegaskan, capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.
Ke depan, Bapenda berkomitmen menjaga tren positif tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
“Harapannya, capaian ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan, tentu dengan dukungan seluruh masyarakat Tulungagung,” pungkasnya. (sri/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri