RADAR TULUNGAGUNG – Keluhan warga Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, dan Desa Pulotondo, Kecamatan Ngunut, Tulungagung, akhirnya mendapat respons.
Sabtu (21/2), Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo turun langsung meninjau kondisi ruas jalan yang rusak parah di dua desa tersebut.
Bupati meninjau jalan rusak itu didampingi jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung. Mereka menyisir sejumlah titik kerusakan.
Mulai dari jalan berlubang cukup dalam, permukaan yang bergelombang, hingga badan jalan yang ambles di beberapa sisi.
Kondisi itu dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan, karena jalan berlubang juga tertutup air.
Beberapa warga menyebut kerusakan ruas jalan tersebut sudah sejak lama. Kurang lebih 5 tahun. Selama itu pula, warga harus bersabar menghadapi jalan rusak setiap hari.
Pelajar kerap terlambat, pekerja harus memutar waktu tempuh, dan pelaku usaha mengeluhkan distribusi yang tersendat. Risiko kecelakaan pun meningkat. Terutama bagi pengendara roda dua.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo saat meninjau lokasi merasakan langsung kerusakan jalan tersebut.
Dia turun berjalan kaki melewati lubang-lubang aspal yang tertutup air hingga sempat terperosok.
Dia mengatakan, jalan-jalan rusak di wilayah tersebut akan mulai dikerjakan pada Senin (23/2).
“Pekerjaan akan segera dimulai Senin (hari ini). Kami mohon masyarakat bersabar karena proses perbaikan tentu membutuhkan waktu,” ujar Gatut di hadapan warga.
Dia menjelaskan, anggaran perbaikan bersumber dari pemerintah pusat. Dengan begitu, proses administrasi dan tahapan teknis membuat pengerjaan baru bisa direalisasikan awal pekan ini.
Dia menambahkan, pengerjaan total diperkirakan memakan waktu sekitar 4 bulan. Tapi, bupati mengusahakan sebelum Lebaran lubang-lubang jalan sudah tertutup agar warga bisa nyaman ketika beraktivitas di Hari Raya Idul Fitri nanti.
Selama proyek berlangsung akan diterapkan pengaturan lalu lintas untuk mendukung kelancaran pekerjaan. Masyarakat diminta berhati-hati saat melintas di area proyek.
Bupati juga meminta warga sekitar memahami adanya potensi gangguan selama masa pengerjaan.
Terlebih, perbaikan berlangsung menjelang Ramadan dan Idul Fitri saat mobilitas biasanya meningkat.
“Memang ada ketidaknyamanan sementara. Tapi ini untuk jangka panjang, agar akses lebih aman dan mendukung aktivitas ekonomi warga,” tegasnya.(sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri