Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Asal Usul Desa Kalangbret Tulungagung Terungkap, Kisah Tragis Adipati Kalang dan Kembang Sore Jadi Legenda Warga

Novica Satya Nadianti • Senin, 9 Maret 2026 | 16:20 WIB

Asal usul Desa Kalangbret Tulungagung terkait legenda Adipati Kalang, Kembang Sore, dan Lembu Peteng yang masih dipercaya warga.
Asal usul Desa Kalangbret Tulungagung terkait legenda Adipati Kalang, Kembang Sore, dan Lembu Peteng yang masih dipercaya warga.

JAKARTA - Asal usul Desa Kalangbret Tulungagung menjadi salah satu cerita sejarah lokal yang masih hidup di tengah masyarakat hingga kini. Desa yang berada di Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung ini bahkan disebut pernah menjadi pusat pemerintahan atau ibukota Tulungagung pada masa lampau.

Cerita mengenai asal usul Desa Kalangbret Tulungagung banyak diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Kisah tersebut berkaitan dengan legenda tragis yang melibatkan tokoh Adipati Kalang, Kembang Sore, serta Lembu Peteng yang diyakini memiliki hubungan dengan masa kejayaan Majapahit.

Dalam cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, awal kisah bermula dari hubungan antara seorang tokoh bernama Lembu Peteng dengan perempuan bernama Kembang Sore. Lembu Peteng disebut sebagai putra dari keluarga kerajaan Majapahit yang jatuh hati kepada Kembang Sore.

Namun hubungan keduanya tidak direstui oleh Adipati Kalang. Konflik pun muncul ketika keluarga Kembang Sore mengetahui kedekatan putri mereka dengan Lembu Peteng.

Subjudul: Kisah Kematian Lembu Peteng

Menurut cerita yang berkembang, orang tua Kembang Sore kemudian meminta Adipati Kalang untuk menghentikan hubungan tersebut. Akhirnya Lembu Peteng dikejar dan dibunuh.

Jasad Lembu Peteng kemudian dibuang ke sungai oleh orang-orang yang mengejarnya. Dalam cerita masyarakat, lokasi tempat jasad tersebut dibuang kemudian dikenal sebagai wilayah yang kelak berkembang menjadi sebuah desa.

Peristiwa tragis itu membuat Kembang Sore sangat terpukul. Ia memilih meninggalkan rumah dan pergi menyendiri untuk menenangkan diri.

Kembang Sore Bertapa di Gunung

Kembang Sore kemudian melakukan semedi atau bertapa di sebuah tempat yang diyakini berada di kawasan Gunung Cilik. Ia menjalani laku spiritual yang berat, seperti berpuasa selama puluhan hari serta menjalankan berbagai ritual tapa.

Kesedihan yang mendalam membuat Kembang Sore memilih menjalani kehidupan sebagai seorang pertapa. Dalam cerita masyarakat, ia kemudian dikenal sebagai sosok yang memiliki kesaktian dan dihormati oleh warga sekitar.

Dalam masa pertapaan tersebut, Kembang Sore juga disebut memiliki seorang murid atau cantrik yang setia mendampinginya.

Pertemuan dengan Adipati Kalang

Suatu hari, Adipati Kalang datang ke tempat pertapaan Kembang Sore. Ia disebut tertarik dengan sebuah keris milik sang pertapa yang diyakini memiliki kekuatan luar biasa.

Dalam percakapan yang terjadi, Adipati Kalang meminta keris tersebut. Namun untuk mendapatkannya, ia harus memenuhi syarat tertentu yang diberikan oleh Kembang Sore.

Adipati Kalang kemudian berusaha memenuhi permintaan tersebut. Dalam perjalanan itulah ia disebut bertemu dengan sosok Mahapatih Gajah Mada.

Pertemuan tersebut berujung pada konflik yang akhirnya menyebabkan Adipati Kalang terbunuh. Dalam cerita yang berkembang, tubuhnya disayat-sayat hingga berserakan.

Peristiwa kematian Adipati Kalang inilah yang kemudian dipercaya oleh masyarakat sebagai asal mula nama Kalangbret. Kata "bret" diyakini berasal dari istilah yang menggambarkan tubuh yang tersayat atau tercerai berai.

Legenda yang Tetap Hidup

Meski belum seluruhnya dapat dibuktikan secara historis, kisah tersebut tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Desa Kalangbret Tulungagung.

Cerita tentang Adipati Kalang, Kembang Sore, dan Lembu Peteng masih sering diceritakan dari generasi ke generasi. Bahkan kisah tersebut kerap dijadikan bahan penelitian maupun dokumentasi sejarah lokal oleh mahasiswa dan pegiat budaya.

Keberadaan legenda ini menunjukkan bagaimana sejarah lokal dan cerita rakyat menjadi bagian penting dalam membentuk identitas suatu daerah.

Hingga kini, Desa Kalangbret Tulungagung tetap dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat di Kabupaten Tulungagung.

 

Editor : Novica Satya Nadianti
#Asal usul Desa #adipati kalang #kembang sore #Legenda Tulungagung #kalangbret