Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kisah Sumiran Pendiri Reco Pentung, Anak Buruh yang Bangun Kerajaan Rokok hingga Mengubah Ekonomi Tulungagung

Cholifatun Nisak • Rabu, 1 Juli 2026 | 19:48 WIB
Kisah pendiri Reco Pentung, Sumiran Karsodiwiryo, anak buruh yang sukses membangun kerajaan rokok dan mengubah perekonomian Tulungagung.
Kisah pendiri Reco Pentung, Sumiran Karsodiwiryo, anak buruh yang sukses membangun kerajaan rokok dan mengubah perekonomian Tulungagung.

TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Nama Reco Pentung menjadi bagian penting dalam sejarah industri rokok di Tulungagung. Di balik kejayaan merek rokok legendaris tersebut, terdapat sosok Sumiran Karsodiwiryo, seorang anak buruh yang berhasil membangun kerajaan bisnis dari nol hingga mampu menyerap ribuan tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian daerah.

Perjalanan Reco Pentung bukan sekadar kisah sukses seorang pengusaha. Cerita ini juga menggambarkan perjuangan panjang, kerja keras, serta keteguhan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari masa penjajahan, gejolak politik nasional, hingga persaingan industri rokok modern.

Lahir di sebuah desa di Tulungagung pada 9 September 1921, Sumiran merupakan putra sulung pasangan Kars Guno dan Tukinem. Sejak kecil ia hidup dalam keterbatasan. Ayahnya bekerja sebagai buruh kasar yang menggali tanah, memasang tiang listrik, hingga mengerjakan pekerjaan berat lainnya. Kondisi tersebut membuat Sumiran terbiasa bekerja sejak usia enam tahun demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Masa Kecil yang Membentuk Mental Pantang Menyerah

Selepas pulang sekolah, Sumiran tidak menikmati waktu bermain seperti anak-anak seusianya. Ia memilih membantu orang tua menggali tanah, menimba air, hingga berdagang kecil-kecilan.

Pendidikan formalnya hanya sampai Sekolah Rakyat. Namun pengalaman hidup justru menjadi sekolah terbaik baginya. Ia pernah menjual pisang goreng, serabi, kacang, bahkan bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Semua keuntungan yang diperoleh ditabung untuk membantu perekonomian keluarga.

Semangat bekerja keras itu terus terbawa hingga dewasa. Setelah menikah dengan Supatmi pada 1941, pasangan tersebut mulai merintis usaha rumahan di tengah situasi perang yang serba sulit.

Awal Berdirinya Reco Pentung

Titik balik kehidupan Sumiran terjadi pada Mei 1946 ketika ia mulai memproduksi rokok kretek kelobot secara rumahan. Bersama sang istri, ia meracik tembakau sendiri dan melinting rokok secara manual.

Produk pertamanya diberi nama Cap Ikan Dorang. Sumiran bahkan turun langsung menawarkan dagangannya dari pasar ke pasar. Tanpa mesin modern maupun modal besar, usaha tersebut perlahan berkembang berkat kualitas rasa yang disukai masyarakat.

Pada 1949, setelah situasi Tulungagung kembali kondusif pasca-agresi Belanda, Sumiran meluncurkan merek Reco Pentung. Nama tersebut diambil sebagai penghormatan terhadap Patung Reco Pentung yang sempat dihancurkan pada masa pendudukan.

Pilihan nama itu sekaligus menjadi simbol semangat kebangkitan masyarakat Tulungagung setelah melewati masa-masa sulit.

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026: Prancis Pesta Gol, Brasil Lolos, Mbappe Samai Messi di Puncak Top Skor

Pernah Mempekerjakan Ribuan Buruh

Produksi Reco Pentung berkembang sangat pesat. Awalnya hanya mempekerjakan sekitar lima hingga 20 orang. Namun beberapa tahun kemudian jumlah pekerja meningkat drastis hingga ribuan orang.

Keberadaan pabrik rokok tersebut menjadi salah satu penggerak utama ekonomi Tulungagung. Banyak warga menggantungkan penghasilan dari industri kretek yang dibangun Sumiran.

Pada awal 1990-an, jumlah karyawan bahkan mencapai sekitar 4.500 orang. Angka itu menjadikan Reco Pentung sebagai salah satu pabrik rokok terbesar di wilayah Jawa Timur bagian selatan.

Selain mempertahankan produk kretek, perusahaan juga mengembangkan berbagai merek lain, termasuk rokok filter, guna menghadapi persaingan dengan industri besar seperti Gudang Garam, Djarum, Bentoel, Sampoerna, hingga Nojorono.

Bangkit Setelah Terpuruk

Kesuksesan itu tidak selalu berjalan mulus. Pada era 1960-an, kondisi politik nasional pasca-G30S membuat industri rokok mengalami tekanan berat.

Produksi Reco Pentung merosot tajam sehingga ribuan pekerja harus dirumahkan. Namun Sumiran tidak menyerah. Ia melakukan inovasi dengan meluncurkan produk baru bernama Gaya Baru.

Strategi tersebut membuahkan hasil. Memasuki awal 1970-an, perusahaan kembali tumbuh. Pada 1982, Sumiran menghidupkan kembali merek Reco Pentung dengan kualitas yang lebih baik sehingga mampu mengembalikan kejayaan perusahaan.

Akhir Kejayaan dan Mitos yang Menyertainya

Memasuki pertengahan 1990-an, industri rokok nasional berubah drastis. Persaingan dengan perusahaan bermodal besar, kenaikan cukai, serta meningkatnya biaya produksi membuat Reco Pentung kesulitan bertahan.

Sekitar 1995, pabrik akhirnya menghentikan operasionalnya. Penutupan tersebut menjadi akhir dari perjalanan panjang sebuah industri yang pernah menjadi kebanggaan masyarakat Tulungagung.

Sebelum itu, tongkat estafet perusahaan telah disiapkan kepada putra sulungnya, Ismanu Sumiran. Berbagai upaya modernisasi dilakukan, tetapi perubahan pasar dan dominasi perusahaan besar membuat usaha tersebut tetap sulit dipertahankan.

Di balik kisah sukses keluarga Sumiran, muncul pula berbagai cerita yang mengaitkan keberhasilan Reco Pentung dengan mitos Nyi Roro Kidul karena keterlibatan keluarga dalam pengembangan wisata Pantai Popoh.

Namun keluarga membantah anggapan tersebut. Mereka menegaskan bahwa Sumiran adalah seorang muslim yang menghormati budaya Jawa, bukan pelaku pesugihan. Bagi mereka, keberhasilan sang pendiri lahir dari kerja keras, ketekunan, dan keberanian mengambil risiko.

Kini bangunan bekas pabrik Reco Pentung memang tak lagi beroperasi. Meski sebagian telah terbengkalai, jejak perjuangan Sumiran Karsodiwiryo tetap dikenang sebagai simbol kebangkitan ekonomi rakyat Tulungagung. Dari seorang anak buruh, ia berhasil membangun industri yang pernah memberi harapan dan mata pencaharian bagi ribuan keluarga.

Baca Juga: Top Skor Piala Dunia 2026: Mbappe Samai Messi, Haaland Mengancam usai Babak 32 Besar

Editor : Cholifatun Nisak
#Sumiran Karsodiwiryo #Sejarah Reco Pentung #Industri rokok Jawa Timur #Reco Pentung #Pabrik Rokok Tulungagung