TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Pendiri Reco Pentung, Haji Sumiran Karsodiwiryo, menjadi sosok yang tak bisa dipisahkan dari sejarah industri rokok di Tulungagung. Di balik kejayaan pabrik rokok yang sempat merajai pasar Jawa Timur pada era 1980-an hingga awal 1990-an, tersimpan kisah perjuangan panjang yang jarang diketahui publik.
Kisah Pendiri Reco Pentung kembali diungkap oleh putra keempat Sumiran Karsodiwiryo, Mulyadi, yang pernah dipercaya menangani pengembangan perusahaan saat berada di puncak kejayaan. Menurutnya, keberhasilan sang ayah membangun bisnis bukanlah hasil yang diraih secara instan, melainkan melalui perjuangan dari bawah dengan penuh kerja keras.
Nama Pendiri Reco Pentung hingga kini masih dikenang masyarakat Tulungagung sebagai pelopor industri lokal yang mampu membuka lapangan pekerjaan bagi ribuan warga. Bahkan, lagu promosi Rejo Pentung sempat sangat populer pada masanya dan menjadi bagian dari identitas perusahaan tersebut.
Berawal dari Usaha Kecil dan Dikerjakan Sendiri
Mulyadi menceritakan bahwa pada masa awal merintis usaha, Sumiran Karsodiwiryo memproduksi rokok secara sederhana bersama keluarga.
Seluruh proses dikerjakan secara manual, mulai dari meracik tembakau hingga melinting rokok. Bahkan, pemasaran dilakukan sendiri dengan berkeliling menawarkan produk ke pasar-pasar tradisional.
Menurutnya, sejak masih berusia sekitar 10 tahun, anak-anak dalam keluarga juga sudah dilibatkan membantu usaha sesuai kemampuan masing-masing. Hasil penjualan rokok menjadi penopang kebutuhan keluarga sekaligus biaya pendidikan.
Meski memiliki keterbatasan modal, Sumiran tidak pernah berhenti belajar. Ia mengembangkan pengetahuan mengenai racikan tembakau secara otodidak hingga menghasilkan cita rasa yang disukai konsumen.
Terus Berinovasi Hingga Produk Dikenal Luas
Perjalanan membangun Reco Pentung tidak selalu berjalan mulus. Pada masa awal produksi, berbagai kendala sempat muncul, termasuk keluhan konsumen mengenai kualitas produk.
Namun, setiap kritik dijadikan bahan evaluasi. Sumiran terus melakukan perbaikan pada komposisi tembakau, proses produksi, hingga kemasan agar mampu bersaing dengan merek lain yang lebih dahulu dikenal masyarakat.
Strategi tersebut membuahkan hasil. Produk Reco Pentung semakin diterima pasar dan mulai memiliki jaringan pemasaran yang lebih luas di berbagai daerah di Pulau Jawa.
Pernah Menjadi Raja Rokok Jawa Timur
Memasuki era 1980-an, Reco Pentung mencapai masa keemasan. Produknya dikenal luas dan mampu bersaing dengan sejumlah perusahaan rokok besar di Indonesia.
Keberhasilan tersebut membuat perusahaan berkembang pesat. Jumlah tenaga kerja terus bertambah hingga ribuan orang, menjadikan Reco Pentung sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat Tulungagung.
Menurut Mulyadi, keberhasilan itu tidak lepas dari prinsip sang ayah yang selalu mengutamakan kualitas produk serta menjaga hubungan baik dengan para pekerja dan mitra usaha.
Selain mengembangkan bisnis, Sumiran juga dikenal memiliki kepedulian terhadap masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan sosial.
Mulai Tertekan oleh Persaingan Industri
Meski sempat berada di puncak kejayaan, kondisi industri rokok nasional mulai berubah pada awal 1990-an.
Persaingan dengan perusahaan besar yang memiliki modal lebih kuat, perkembangan teknologi produksi, hingga perubahan pasar membuat posisi Reco Pentung semakin berat.
Mulyadi mengungkapkan bahwa perusahaan perlahan mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu mempertahankan kejayaannya seperti sebelumnya.
Meski demikian, keluarga tetap berusaha mempertahankan perusahaan selama mungkin sebelum akhirnya aktivitas produksi berhenti.
Warisan Perjuangan yang Masih Dikenang
Bagi masyarakat Tulungagung, nama Sumiran Karsodiwiryo tetap dikenang sebagai sosok pengusaha lokal yang berhasil membangun industri besar dari nol.
Perjuangan hidupnya menjadi inspirasi bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan apabila disertai kerja keras, ketekunan, dan keberanian mengambil peluang.
Meski pabrik Reco Pentung kini hanya menyisakan jejak sejarah, kisah perjuangan pendirinya masih terus diceritakan oleh keluarga maupun masyarakat sebagai bagian penting dari perjalanan industri rokok di Tulungagung.
Warisan tersebut tidak hanya berupa bangunan atau nama besar perusahaan, tetapi juga semangat pantang menyerah yang telah membawa Reco Pentung menjadi salah satu ikon ekonomi lokal pada masanya.
Baca Juga: Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026: Prancis vs Paraguay, Brasil Tantang Norwegia usai Meksiko Lolos
Editor : Cholifatun Nisak