Misteri Malam Jumat Pahing di Gunung Budheg Tulungagung: Penelusuran Makam Kuno hingga Mitos Pernikahan Genderuwo

Natasha Eka Safrina • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 19:10 WIB
Misteri malam Jumat Pahing di Gunung Budheg Tulungagung diungkap. Simak penemuan makam kuno Syekh Alwi Budin dan kisah warga menikah dengan genderuwo.
Misteri malam Jumat Pahing di Gunung Budheg Tulungagung diungkap. Simak penemuan makam kuno Syekh Alwi Budin dan kisah warga menikah dengan genderuwo.

 

TULUNGAGUNG - Suasana mencekam menyelimuti kawasan Gunung Budheg Tulungagung saat dilakukan penelusuran misteri pada malam Jumat Pahing tengah malam. Tim kembangtelon yang dipandu oleh host Sands Ariwibowo melakukan ekspedisi langsung di area yang dikenal sarat akan aura mistis tersebut. Penelusuran ini mengungkap keberadaan makam kuno yang baru ditemukan hingga cerita rakyat yang berkembang di sekitar lereng gunung.

Penelusuran dimulai tepat sekitar pukul 12.00 malam lebih saat kondisi cuaca dan angin di sekitar lokasi mulai sunyi senyap atau memasuki fase sidem kayon. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, kawasan Gunung Budheg Tulungagung ini sebenarnya sudah dilengkapi dengan fasilitas CCTV output. Fasilitas tersebut dipasang pihak pengelola untuk memantau pergerakan para pendaki yang sering melakukan eksplorasi di malam hari.

Ketika mulai memasuki area yang lebih dalam, rombongan mendapati jalur pendakian yang sudah dibangun dengan baik sehingga memudahkan akses jalan bagi wisatawan di siang hari. Di salah satu titik peristirahatan, terdapat fasilitas dua ayunan yang berdekatan dengan area yang dinamakan Giri Dewanata. Saat berada di dekat fasilitas ayunan tersebut, suasana mulai berubah mencekam setelah terdengar suara benturan benda jatuh dari arah semak-semak yang gelap.

Baca Juga: Review Indomobil E-Motor Tirano, Motor Listrik Adventure dengan Fitur Premium dan Jarak Tempuh 110 Km

Penemuan Makam Sepanjang Empat Meter Syekh Alwi Budin

Rute penelusuran kemudian dilanjutkan dengan menaiki deretan anak tangga yang mengarah langsung ke sebuah kompleks pemakaman kuno. Lokasi tersebut merupakan tempat ditemukannya sebuah makam bersejarah yang bernama makam Syekh Alwi Budin. Keberadaan makam ini tergolong sebagai penemuan baru yang sebelumnya tidak pernah diketahui oleh para pendaki maupun wisatawan yang berkunjung.

Berdasarkan data prasasti yang tertera di lokasi, makam di Gunung Budheg ini pertama kali ditemukan pada tanggal 28 Oktober 2018. Melalui serangkaian penelitian awal yang telah dilakukan, figur yang dimakamkan di tempat ini diyakini memiliki hubungan kesejarahan dengan tokoh-tokoh kuno. Tokoh tersebut teridentifikasi memiliki keterkaitan dengan kompleks pemakaman Troloyo yang berada di Kabupaten Mojokerto.

Secara fisik, makam Syekh Alwi Budin memiliki ukuran yang tidak biasa karena membentang sangat panjang dengan ukuran mencapai empat meter lebih. Di sekitar area makam purba tersebut terpasang sebuah tulisan peringatan "Suci" sebagai penanda agar setiap pengunjung senantiasa menjaga kesucian tempat tersebut. Kawasan di sekitar makam ini memancarkan benturan energi yang terasa sangat panas dan membuat tubuh mengeluarkan keringat secara terus-menerus.

Larangan Berbuat Kotor dan Mitigasi Kesurupan Massal

Saat berada di jalur yang menuju ke arah puncak, tim menemukan sebuah papan peringatan penting yang ditujukan bagi seluruh pengunjung. Papan tersebut memuat peringatan tegas agar para pendaki selalu waspada terhadap potensi rawan kesurupan di sepanjang jalur. Warga setempat maupun pengelola melarang keras siapa pun untuk berbuat kotor atau melakukan tindakan yang melanggar norma kesopanan saat berada di atas gunung.

Istilah berbuat kotor yang dimaksud mencakup tindakan yang berbau pornografi maupun memiliki niat-niat buruk lainnya selama berada di kawasan suci. Pengunjung diwajibkan menjaga perilaku dan tutur kata demi keselamatan diri mereka sendiri selama proses pendakian berlangsung. Di sekitar papan peringatan tersebut, terdapat sebuah unit gerobak becak tua yang terparkir di tengah rimbunnya pohon jati yang menjulang tinggi.

Eksistensi mahluk gaib di sekitar area becak tua sempat terdeteksi saat lampu pencahayaan difokuskan pada satu titik pohon. Salah satu pohon jati terlihat bergerak secara misterius dengan intensitas yang cukup kuat, sementara pohon-pohon lain di sekitarnya tetap diam tak bergerak. Peristiwa tersebut menjadi indikator kuat adanya aktivitas supranatural yang sedang terjadi di sekitar jalur pendakian utama menuju puncak.

Baca Juga: Indomobil E-Motor Tirano Disebut Paling Mirip Motor Bensin, Ini Fitur dan Kelebihannya

Cerita Warga Lereng Gunung Menikah dengan Genderuwo

Selain keberadaan makam kuno, terdapat sebuah cerita misteri yang sangat populer di kalangan masyarakat yang tinggal di dekat lereng gunung. Konon, terdapat salah seorang warga setempat yang menjalin hubungan asmara bahkan hingga menikah dengan sosok mahluk halus berupa genderuwo. Berdasarkan penuturan lisan yang beredar, sosok mahluk gaib genderuwo yang dinikahi oleh warga tersebut berwujud seorang perempuan.

Asal-usul mahluk halus tersebut dipercaya berasal dari kawasan puncak tertinggi Gunung Budheg yang kemudian turun ke pemukiman warga. Proses komunikasi serta hubungan intim antara manusia dengan mahluk gaib ini memerlukan ritual khusus yang dilengkapi dengan penyediaan berbagai macam sesaji. Hubungan supranatural tersebut kabarnya masih terus terjalin secara tertutup hingga saat ini di wilayah lereng gunung.

Warga yang bersangkutan diketahui memiliki kepribadian yang cenderung kurang percaya diri atau bersifat agak kuper dalam kehidupan sosial sehari-hari. Hingga saat ini, status pernikahan warga tersebut di dunia nyata masih tercatat lajang karena hubungan rumah tangganya dilakukan bersama mahluk astral. Fenomena mistis ini menjadi salah satu daya tarik cerita tutur yang melengkapi keunikan adat spiritual masyarakat Tulungagung.

Gangguan Kamera Saat Ritual Lagu Lingsir Wengi

Pada sesi akhir penelusuran, tim mencoba melakukan pembuktian supranatural di area tangga yang berdekatan dengan kompleks pemakaman kuno. Pembuktian dilakukan dengan cara memutar untaian lagu Lingsir Wengi menggunakan perangkat elektronik untuk melihat reaksi dari mahluk halus di sekitar lokasi. Sebelum ritual dimulai, hawa di sekitar tangga mendadak berubah diiringi munculnya aroma bau tidak sedap yang menyengat secara semerbak.

Saat lagu mistis tersebut mulai berkumandang di tengah kegelapan, hawa dingin yang mencekam seketika menusuk hingga ke tulang. Tidak lama setelah lagu diputar, terjadi gangguan teknis yang sangat aneh pada perangkat dokumentasi yang dibawa oleh tim. Kamera perekam video secara tiba-tiba mati secara mendadak tanpa sebab yang jelas bersamaan dengan matinya alunan lagu tersebut.

Gangguan misterius pada sistem kelistrikan kamera memaksa tim penelusur untuk segera menghentikan jalannya ekspedisi malam itu demi keselamatan. Rombongan akhirnya memutuskan untuk langsung turun gunung dan kembali pulang menuju ke rumah masing-masing. Bagi masyarakat dari wilayah Trenggalek, Kediri, Blitar, maupun Tulungagung yang penasaran, lokasi petilasan makam baru ini kini telah dibuka untuk umum.

Editor : Natasha Eka Safrina
makam Syekh Alwi Budin kembangtelon pernikahan genderuwo misteri tulungagung Gunung Budheg Tulungagung