TULUNGAGUNG - Jembatan Ngujang di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, bukan hanya dikenal sebagai penghubung jalur yang melintas di atas Kali Brantas. Kawasan ini juga dikenal karena keberadaan kawanan monyet yang hidup liar di sekitar jembatan serta cerita mistis yang telah lama beredar di tengah masyarakat.
Jembatan Ngujang berada di kawasan Desa Ngujang dan melintas di atas Kali Brantas. Di sekitar jembatan terdapat kompleks pemakaman Tionghoa dan kompleks makam umum atau makam Islam. Dalam video tersebut, kawasan ini disebut juga sebagai lokasi wisata monyet karena kawanan satwa liar kerap terlihat di sekitar jembatan.
Pada siang hari, monyet-monyet biasanya berteduh di bawah jembatan. Ketika lapar, sebagian di antaranya naik hingga ke trotoar. Kawanan tersebut bahkan disebut dapat menyeberang jalan sehingga kendaraan yang melintas memilih berhenti dan menunggu sampai monyet selesai menyeberang.
Kawanan monyet itu disebut telah hidup di kawasan tersebut sejak lama. Habitatnya berada di pepohonan yang masih dipertahankan di sekitar sisi selatan jembatan. Ketika kondisi sepi, monyet sulit terlihat. Namun saat keluar mencari makanan, jumlahnya disebut bisa mencapai ratusan ekor.
Monyet yang terlihat di kawasan tersebut juga beragam ukuran. Ada yang besar, kecil, hingga anak-anak. Dalam tayangan itu, terlihat induk monyet membawa anaknya yang disebut masih berusia sekitar satu minggu. Anak tersebut bergantung pada bagian dada atau perut induknya ketika induknya berjalan.
Kehidupan monyet di Ngujang juga berkaitan dengan aktivitas warga dan pengunjung. Monyet-monyet tersebut tidak memiliki pemilik dan mengandalkan pemberian orang yang datang ke kawasan itu. Sejumlah warung di sekitar lokasi bahkan menjual pisang yang digunakan sebagai pakan monyet.
Baca Juga: Pesugihan Monyet Tulungagung, Kisah Mengerikan di Balik Makam Ngunjang
Namun, keberadaan monyet di kawasan itu juga tidak selalu tanpa masalah. Dalam tayangan disebutkan, monyet terkadang bermain di kendaraan dan dapat merusak bagian mobil maupun jok. Karena itu, keberadaan kawanan satwa liar tersebut menjadi bagian yang cukup menonjol dari aktivitas di sekitar Jembatan Ngujang.
Selain habitat monyet, Jembatan Ngujang juga dikenal dengan cerita mistis yang berkembang sejak lama. Dalam tayangan tersebut disebutkan terdapat dua versi mengenai asal-usul kawanan monyet.
Versi pertama merupakan cerita yang mengaitkan monyet dengan manusia yang dahulu datang ke kawasan tersebut untuk mencari pesugihan. Dalam cerita yang beredar, orang yang melakukan ritual kemudian dikaitkan dengan penghuni lokasi dan setelah meninggal disebut berubah menjadi monyet.
Cerita tersebut juga disampaikan oleh seorang perempuan yang bekerja sebagai tukang sapu di kawasan tersebut. Dia mengatakan telah mendengar cerita mengenai asal-usul monyet itu sejak sebelum dirinya lahir.
Meski demikian, tayangan tersebut juga menyampaikan versi kedua yang berbeda. Dalam versi ini, monyet-monyet di Ngujang memang merupakan satwa yang telah hidup di kawasan tersebut sejak dahulu dan berasal dari keturunan monyet.
Perbedaan cerita tersebut menunjukkan bahwa kisah mengenai Jembatan Ngujang tidak hanya berkaitan dengan keberadaan monyet, tetapi juga dengan kepercayaan dan cerita yang berkembang di masyarakat sekitar.
Di kawasan tersebut juga terdapat beberapa bangunan yang disebut sakral oleh pembuat video. Tempat itu dikaitkan dengan kedatangan orang dari berbagai daerah untuk berbagai keperluan yang berhubungan dengan ritual, seperti mencari kelancaran pekerjaan, jodoh, hingga keinginan mencapai cita-cita tertentu.
Terlepas dari cerita yang berkembang, Jembatan Ngujang dalam tayangan tersebut ditampilkan sebagai kawasan dengan karakter yang khas. Selain melintasi Kali Brantas, kawasan ini menjadi habitat kawanan monyet liar yang telah lama hidup berdampingan dengan aktivitas manusia.
Monyet-monyet tersebut menjadi pemandangan tersendiri bagi pengunjung. Saat lapar, mereka mendekati jalan dan warung untuk mencari makanan. Pada waktu lain, mereka kembali ke pepohonan di sekitar jembatan.
Keberadaan monyet, kompleks pemakaman, Kali Brantas, serta cerita mistis yang berkembang membuat kawasan Jembatan Ngujang memiliki daya tarik tersendiri. Bagi pengguna jalan, keberadaan kawanan monyet juga menjadi pengingat untuk tetap berhati-hati ketika melintas, terutama ketika satwa tersebut berada di badan atau sisi jalan.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber