Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pacu Jalur Viral di TikTok, Tradisi Asli Riau Jadi Sorotan Dunia

Betty Khasandra Pujayanti • Rabu, 9 Juli 2025 | 15:45 WIB
Aksi lincah bocah penari pacu jalur asal Riau mencuri perhatian warganet dunia hingga viral di TikTok.
Aksi lincah bocah penari pacu jalur asal Riau mencuri perhatian warganet dunia hingga viral di TikTok.

RIAU – Tradisi pacu jalur dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, mendadak viral di TikTok dan mencuri perhatian publik dunia.

Aksi lincah bocah penari pacu jalur yang berdiri di ujung perahu tradisional menjadi ikon baru yang ramai ditiru, bahkan oleh pesohor luar negeri.

Pacu jalur yang awalnya dikenal sebagai lomba balap perahu tradisional di Riau, kini menjelma jadi tren global.

Video para penari cilik di atas perahu beredar luas di media sosial.

Gerakan khas bocah penari yang enerjik dan penuh semangat menarik perhatian netizen hingga pesepak bola dunia.

Nama pacu jalur semakin melambung saat para pemain klub elite Eropa, seperti Paris Saint-Germain (PSG), melakukan selebrasi dengan gerakan yang disebut-sebut terinspirasi dari aksi bocah penari pacu jalur.

Tak ketinggalan, maskot AC Milan juga tampil dengan gaya serupa, menirukan gerakan pacu jalur yang viral di TikTok.

Pacu jalur berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Indonesia.

Dalam bahasa daerah, pacu berarti balapan, sedangkan jalur merujuk pada perahu panjang yang digunakan dalam lomba.

Perahu ini bisa diisi oleh sekitar 40 hingga 60 pendayung.

Tidak hanya para pendayung, di atas perahu juga ada penabuh gendang, pemberi komando, dan seorang penari di bagian ujung perahu yang menjadi pusat perhatian.

Penari inilah yang belakangan viral di TikTok berkat gerakan unik dan penuh semangatnya.

Pacu jalur bukan sekadar lomba perahu, melainkan warisan budaya yang telah ada sejak abad ke-17.

Dahulu, jalur digunakan sebagai alat transportasi masyarakat di sepanjang Sungai Kuantan.

Perahu-perahu itu tidak hanya untuk mengangkut hasil bumi. Namun, juga menjadi simbol status sosial para bangsawan yang mempercantik perahu dengan ukiran berbentuk kepala ular, buaya, atau harimau.

Pada masa penjajahan Belanda, pacu jalur diselenggarakan setiap tahun untuk memperingati hari kemerdekaan Belanda.

Namun, sejak Indonesia merdeka, pacu jalur bergeser menjadi acara budaya untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI setiap Agustus.

Saat ini, pacu jalur rutin digelar di Kuantan Singingi sebagai ajang wisata budaya dan olahraga tradisional yang mengundang ribuan wisatawan.

Kemeriahan lomba dipadukan dengan irama gendang dan semangat masyarakat lokal yang tumpah ruah di pinggiran sungai.

Fenomena pacu jalur viral di TikTok semakin membanggakan masyarakat Riau.

Banyak netizen yang mengaku baru mengetahui tradisi ini dan ikut mengapresiasi keunikan budaya Indonesia.

Bahkan, beberapa selebritas dan kreator konten luar negeri turut menirukan gerakan bocah penari yang menjadi simbol pacu jalur.

Pemerintah daerah setempat menyambut baik tren yang viral di TikTok ini.

Mereka berharap momentum ini bisa mendorong promosi wisata budaya dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kuantan Singingi.

Tak hanya itu, pacu jalur juga diharapkan dapat masuk dalam daftar warisan budaya tak benda UNESCO agar semakin diakui dunia.

Hingga saat ini, video pacu jalur yang diunggah di TikTok berhasil ditonton hingga lebih dari 1,9 juta kali.

Tagar pacu jalur pun ramai menghiasi media sosial, mengukuhkan bahwa tradisi lokal Indonesia mampu mencuri perhatian global. (*)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#riau #Tren TikTok #budaya indonesia #kuantan singingi #Pacu Jalur