RADAR TULUNGAGUNG - Demi mengejar sensasi dan saweran dari warganet, seorang konten kreator pada platform TikTok ada kalanya bertindak di luar perkiraan.
Contohnya konten kreator TikTok bernama Fahrul yang beraktivitas dengan campervan nekat menginap di sebuah lokasi yang dikenal angker, yaitu bekas tempat pembuangan mayat di wilayah Jawa Barat.
Baca Juga: Dikelilingi Pohon Berusia Puluhan Tahun, Punden di Tulungagung Ini Terkenal Angker!
Aksinya Fahrul yang viral itu menuai beragam komentar dari netizen, mulai dari rasa penasaran hingga keprihatinan.
Dalam video berdurasi beberapa menit, Fahrul yang dikenal dengan konten petualangan menginap di tempat ekstrem, memperlihatkan detik-detik ia memasuki lokasi sunyi tersebut.
Baca Juga: Namanya Mirip Tokoh Komik, Keris dengan Pamor Ini Konon Bisa Membersihkan Rumah Angker
Tanpa ditemani siapa pun, ia memarkir mobil campervannya dan merekam suasana sekitar, yang disebutnya “bekas tempat mayat dibuang.”
Aksi ini berawal dari komentar-komentar di unggahan sebelumnya, di mana pengikutnya memberikan tantangan untuk menginap di lokasi angker.
Baca Juga: Viral Keychain, Tren Gantungan Kunci yang Bikin Kamu Hits di TikTok
Dalam komentar tersebut, beberapa netizen menyebut lokasi-lokasi yang dikenal memiliki riwayat kriminal atau misteri.
Alih-alih mengabaikan, TikToker tersebut justru menerima tantangan itu dan menyebut bahwa ia akan “berani” jika mendapatkan saweran dalam jumlah tertentu.
Baca Juga: Pacu Jalur Viral di TikTok, Tradisi Asli Riau Jadi Sorotan Dunia
Benar saja, saweran pun berdatangan, dalam siaran langsung TikTok, ia tampak menerima gift dari para penonton sebagai bentuk dukungan untuk menyelesaikan tantangan bermalam di lokasi seram itu.
“Oke, karena sudah sampai target saweran, malam ini gue nginep di sini, sendirian,” ucapnya dalam video.
Video viral ini memancing beragam reaksi dari netizen, sebagian merasa kagum dengan keberanian sang konten kreator, bahkan menganggapnya sebagai konten horor ala dokumenter yang menghibur.
“Keren sih, tapi ngeri juga kalau kejadian mistis beneran,” tulis salah satu pengguna TikTok.
Baca Juga: Kenapa Scroll TikTok Bisa Sampai 3 Jam Gak Kerasa? Begini Cara Otak Tertipu Algoritma
Menanggapi fenomena seperti ini, beberapa ahli turut memberikan pendapat. Psikolog klinis menyebut bahwa tren konten ekstrem yang mengandalkan adrenalin dan uji nyali menunjukkan kecenderungan pada kebutuhan validasi sosial yang tinggi.
Sementara itu, kriminolog mengingatkan bahwa meskipun tidak melanggar hukum secara langsung, tindakan ini bisa membahayakan secara tidak langsung jika menimbulkan imitasi dari penonton usia muda yang ingin mengikuti jejak sang kreator.
Beberapa penonton menyarankan agar sang kreator mempertimbangkan kembali jenis konten yang ia angkat.
Bahkan ada yang meminta agar ia lebih edukatif dalam menyampaikan konten ekstrem, seperti menyisipkan informasi sejarah tempat, edukasi tentang pentingnya menjaga keselamatan, atau wawancara dengan warga lokal.
Meskipun berhasil menarik perhatian dan meningkatkan jumlah pengikut, langkah seperti ini perlu diimbangi dengan pertimbangan moral, hukum, dan keselamatan pribadi.
Masyarakat pun diharapkan lebih bijak dalam memberi dorongan kepada para kreator, agar tren digital tetap sehat dan tidak membahayakan siapa pun.
Editor : Dharaka R. Perdana