Gempa Bantul M 3,5 Guncang Jogja, Warga Sempat Berhamburan Keluar Rumah

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:45 WIB
Gempa Bantul M 3,5 mengguncang Jogja pada Kamis sore. Warga sempat panik dan keluar rumah, sementara BMKG meminta masyarakat tetap tenang.(pinterest)
Gempa Bantul M 3,5 mengguncang Jogja pada Kamis sore. Warga sempat panik dan keluar rumah, sementara BMKG meminta masyarakat tetap tenang.(pinterest)

BANTUL - Gempa Bantul bermagnitudo 3,5 mengguncang wilayah Bantul dan Jogja, Kamis, 20 Agustus 2026. Guncangan terjadi sekitar pukul 17.20 WIB dan sempat membuat sejumlah warga panik hingga berhamburan keluar rumah.

Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam laporan, gempa tersebut merupakan gempa bumi tektonik. Pusat gempa berada di darat, sekitar 11 kilometer arah tenggara Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Guncangan dirasakan warga dalam waktu singkat. Kepanikan muncul sesaat setelah gempa terjadi. Sejumlah warga memilih keluar dari rumah untuk mengantisipasi kemungkinan adanya guncangan lanjutan.

Rekaman suasana setelah gempa juga memperlihatkan kepanikan warga. Terdengar sejumlah suara warga yang meminta orang-orang di sekitar mereka untuk segera berhati-hati.

Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa Bantul tersebut.

BMKG Minta Warga Tak Terpengaruh Isu

BMKG menjelaskan informasi gempa yang disampaikan kepada masyarakat merupakan informasi awal. Data tersebut mengutamakan kecepatan agar informasi mengenai guncangan dapat segera diterima masyarakat.

Baca Juga: Gempa NTT M 5,2 Guncang Nagekeo, Warga Masih Takut Masuk Rumah

Karena masih merupakan hasil pengolahan awal, data gempa dapat berubah. Hasil analisis masih dapat diperbarui seiring masuknya data tambahan dari berbagai stasiun pemantau.

Masyarakat Bantul dan wilayah Jogja diminta tetap tenang. Warga juga diimbau tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Informasi mengenai perkembangan aktivitas gempa sebaiknya diperoleh melalui sumber resmi BMKG. Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kepanikan warga setelah merasakan guncangan. Warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Meski kekuatan gempa tercatat magnitudo 3,5, masyarakat tetap perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika guncangan terjadi. Kesiapsiagaan menjadi penting untuk mengurangi risiko apabila gempa kembali dirasakan.

Ini Langkah Saat Gempa Terjadi

Saat gempa mengguncang, masyarakat diimbau segera melindungi kepala dan tubuh. Salah satu caranya dengan berlindung di bawah meja atau benda kokoh yang dapat memberikan perlindungan.

Baca Juga: Gempa NTT Magnitudo 5,2 Bikin Warga Panik, 9 Gempa Susulan Terjadi

Warga juga diminta menjauh dari kaca, lemari, serta benda lain yang berpotensi jatuh ketika terjadi guncangan. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko tertimpa benda dari dalam bangunan.

Setelah guncangan berhenti, warga dapat keluar dari bangunan secara tertib. Masyarakat diarahkan menuju tempat terbuka dan tidak mendekati bangunan yang mengalami kerusakan.

Kewaspadaan juga perlu dijaga setelah berada di luar bangunan. Warga diminta memperhatikan informasi resmi terkait perkembangan gempa dan kemungkinan adanya guncangan berikutnya.

Gempa Bantul pada Kamis sore tersebut menjadi perhatian karena dirasakan warga hingga memicu kepanikan. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia dalam laporan, belum terdapat laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa.

BMKG juga mengingatkan bahwa informasi awal gempa dapat mengalami pembaruan. Karena itu, masyarakat diminta mengikuti perkembangan melalui kanal informasi resmi dan tidak mengambil kesimpulan berdasarkan kabar yang belum terverifikasi.

Warga Bantul dan wilayah Jogja diharapkan tetap tenang sambil meningkatkan kewaspadaan. Apabila gempa kembali terjadi, masyarakat diminta memprioritaskan keselamatan diri dengan berlindung, menjauhi benda berbahaya, kemudian menuju tempat terbuka setelah guncangan berhenti.

Editor : Maylanni Diana Fitri
gempa Jogja Gempa Bumi Tektonik bmkg gempa bantul bantul