Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

GP Ansor Luruk Mapolres Trenggalek Minta Pelaku Pelemparan Segera Ditangkap

N
Penulis: Nurul Hidayah❯

TRENGGALEK - Puluhan perwakilan anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tulungagung mendatangi Mapolres Trenggalek, kemarin (6/3). Pasalnya mereka meminta perkembangan kasus terkait kecelakaan tunggal mobil Isuzu Elf nomor polisi (nopol) AG 7422 K, di Jalan Raya Trenggalek-Ponorogo, masuk Desa Jambu, Kecamatan Tugu, Minggu (5/3) lalu, yang membawa rombongan peziarah dari Kabupaten Tulungagung.

Hal tersebut dilakukan sebagai pernyataan sikap Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Tulungagung yang menyayangkan aksi anarkis. Sebab terdapat dalam mobil tersebut merupakan rombongan ziarah Ansor Ngunut, Tulungagung. Artinya mengancam nyawa Kader Ansor Tulungagung, yang mengalami luka-luka dan kerusakan kendaraan rombongan. Bahkan, mengakibatkan sopir elf, Bejo Slamet, 36, warga Desa Balesono, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, koma setelah terkena lemparan tersebut yang membuat mobil elf yang dikemudikannya masuk ke parit. “Ketika kejadian itu ada empat rombongan (mobil elf, Red) yang melintas dan yang terkena itu rombongan nomer tiga dan nomor empat. Untuk nomor empat tidak separah nomor tiga,” ungkap Ketua PC GP Ansor Tulungagung, Mukhamad Sukur.

Dia melanjutkan, peristiwa pelemparan telah mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan antar-masyarakat serta hak-hak asasi manusia dalam menjalankan aktivitas sosial keagamaan. Agar tidak terjadi hal sama kepada masyarakat lain, GP Ansor Tulungagung berharap polisi untuk menindak pihak-pihak tidak bertanggung jawab sesuai dengan undang-undang dan hukum berlaku. “Pihak keluarga korban sangat syok akan kejadian ini, maka kami mengutuk dengan keras aksi tidak bertanggung jawab ini, dan syukurlah berdasarkan keterangan dari kepolisian sudah diamankan beberapa orang terduga pelaku,” katanya.

Selain itu, jika nanti telah diamankan pelakunya, GP Ansor Tulungagung meminta pelaku bertanggung jawab sepenuhnya. Termasuk mengganti biaya perawatan korban, memperbaiki mobil jadi sasaran pelemparan. Dalam peristiwa pelemparan batu tersebut total ada 16 korban, 14 korban mengalami luka ringan dan 2 korban luka berat. Satu korban luka berat dari RSUD dr Soedomo harus dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung akibat luka dideritanya, hingga menyebabkan koma. Untuk satu korban luka berat lagi sedang ditangani RSUD dr Soedomo dengan melakukan penjahitan di kepala. Selain itu elf rusak berat di sisi belakang dan depan, karena sebelum masuk ke parit juga sempat menabrak tiang listrik. Sedangkan satu elf lagi mengalami kerusakan di sisi belakang kanan.

Sehingga nanti, kata dia, dalam proses hukum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Tulungagung akan bekerjasama dengan LBH GP Ansor Trenggalek untuk melakukan pengawalan. Tujuannya agar persoalan hukum itu cepat selesai, perkembangan cepat diketahui, dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Selain itu, meminta seluruh kader Ansor/Banser khususnya di Tulungagung untuk tidak bertindak melakukan gerakan secara sepihak, atau melakukan aksi balasan tanpa komando dari pimpinan. “Pengawalan pada kasus hukum ini akan tetap kami lakukan, karena itu kami meminta polisi untuk menangkap seluruh pelaku dalam satu kali 24 jam ini,” jelas pria yang akrab disapa Gus Sukur.

Seperti diberitakan aksi lempar batu orang tidak dikenal kembali terjadi di wilayah Bumi Menak Sopal. Kali ini terjadi di area Jalan Raya Trenggalek-Ponorogo, masuk Desa Jambu, Kecamatan Tugu sekitar kemarin (5/3). Akibatnya satu unit minibus Isuzu Elf nomor polisi (nopol) AG 7422 K yang membawa rombongan ziarah dari Tulungagung mengalami kecelakaan tunggal karena sopir terkena lemparan.

Kejadian yang terjadi sekitar pukul 02.00 tersebut bermula ketika mobil Elf yang mengantarkan delapan penumpang ziarah dari wilayah Jawa Tengah pulang ke wilayah Kabupaten Tulungagung. Tiba-tiba di lokasi dari tepi jalan yang gelap seperti ada orang yang melempar batu. Akibatnya lemparan batu tersebut mengenai bagian depan mobil, hingga sopir yang ada di dalam. (jaz/din)

Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Pemkab Trenggalek Sosialisasi Perda No. 6 Tahun 2026 Tentang Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Pemkab Trenggalek Sosialisasi Perda No. 6 Tahun 2026 Tentang Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek bersama BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat sinergi dalam memperluas UCJ (Universal Coverage Jamsostek) perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat.

PNM Peduli Salurkan Air Bersih, Ringankan Beban Warga Terdampak Kekeringan

PNM Peduli Salurkan Air Bersih, Ringankan Beban Warga Terdampak Kekeringan

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Tulungagung menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek.

Jembatan Gondang 1 Tulungagung Dibuka, Progres Pembangunan Masih 90 Persen

Jembatan Gondang 1 Tulungagung Dibuka, Progres Pembangunan Masih 90 Persen

Jembatan Gondang Tulungagung resmi dibuka setelah pengaspalan rampung 100 persen. Truk roda enam atau lebih kini bisa melintas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer