Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Hati-Hati, Jalan Rusak di Ruas Ngampon Bendo Bikin Risiko Kecelakaan
I
Penulis: Intan Puspitasari❯
TRENGGALEK - Para pengguna jalan yang melintasi ruas jalan raya Ngampon Bendorejo, Kecamatan Pogalan, harus selalu berhati-hati. Pasalnya, saat ini banyak sekali kerusakan pada ruas jalan tersebut yang bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Hal itu terlihat ketika Satlantas Polres Trenggalek bersama dinas perhubungan (dishub) melakukan pemantauan jalan kemarin (8/3).
Dari situ ditemukan ratusan titik jalan dalam kondisi rusak sehingga relatif membahayakan pengguna jalan. Hal itu dimungkinkan selain akibat tingginya intensitas hujan di wilayah Trenggalek, juga lantaran aktivitas kendaraan muatan berlebih sehingga menjadi salah satu faktor pemicu kerusakan jalan. Selain itu, di Jembatan Plengkung terdapat bagian jembatan yang berlubang dan membahayakan kendaraan yang lewat. “Hal itu merupakan hasil survei yang kami lakukan bersama anggota,” ungkap Kanit Kamsel Satlantas Polres Trenggalek Aiptu Ali Wibowo.
Dia melanjutkan, dari hasil survei tersebut, petugas akan melakukan koordinasi lebih intens. Dari situ dimungkinkan dalam waktu dekat akan melakukan rekayasa lalu lintas agar kendaraan lebih dari 8 ton tidak melintas di jembatan. “Selain itu, kami akan melakukan penanganan jangka pendek seperti memasang rambu-rambu dan menyampaikan imbauan melalui medsos, dan tentunya berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk penanganan. Kita upayakan juga besok dilakukan perbaikan,” katanya.
Hal tersebut diakui oleh Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Yudiyono. Dia menambahkan, kegiatan survei ruas jalan tersebut merupakan salah satu bagian dari upaya Polres Trenggalek berkolaborasi dengan stakeholder terkait dalam menciptakan kamseltibcarlantas yang kondusif. Yang diutamakan adalah keselamatan bagi para pengguna jalan sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh faktor sarana prasarana jalan.
Sebenarnya, pemantauan jalan tersebut pada dasarnya rutin dilakukan secara periodik dengan melibatkan berbagai unsur yang tergabung dalam forum lalu lintas. Terlebih, cuaca ekstrem seperti saat ini dengan curah hujan yang relatif tinggi. “Hasil dari survei ini yang kemudian kita gunakan sebagai bahan evaluasi dan mengambil kebijakan terkait dengan penanganannya,” Imbuhnya. (jaz/c1/rka)
Advertisement
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



