PENDIDIKAN - Di tengah kemelut teknologi yang semakin canggih. Semua serba mudah diakses. Begitupun dengan semua bidang keilmuan yang terasa di depan mata.
Semua ilmu pengetahuan seperti mudah diraih berkat digitalisasi yang memudahkan langkah para siswa dalam belajar.
Namun, segala sesuatu yang terlihat mudah belum tentu semudah ketika dilakukan. Karena jika siswa tidak termotivasi untuk belajar, maka siswa pasti berpikiran apa gunanya belajar.
Dalam kata lain siswa memiliki tujuan maka siswa termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut.
Karena setiap manusia memiliki mimpi yang ingin dicapai dalam hidup mereka sehingga mimpi tersebut membuat mereka termotivasi untuk meraih mimpi mereka.
Begitupun bagi siswa, mereka pasti memiliki cita-cita yang ingin digapai. Oleh karena itu haruslah menjadi suatu motivasi untuk terus belajar agar cita-cita bisa terlaksana.
Baca Juga: Guru Penggerak Punya Tujuan Mulia, Nadiem Makarim: Hanya Saja Kita Belum Mengetahui Siapa Mereka
Siswa yang mempunyai motivasi kuat akan mempunyai banyak energi untuk kegiatan belajar.
Motivasi belajar merupakan salah satu ciri-ciri kematangan dalam belajar. Motivasi belajar sebagai salah satu perwujudan dari gejala psikologis yang besar peranannya dalam mempengaruhi kegiatan belajar.
Menurut Hilgard dan Russell, "The evidence seems rather clear too that motivation is not something applied apart from the learning situation but is an intrinsic part of it,"
Artinya, bukti atau fakta nampak agak jelas bahwa motivasi bukanlah suatu bagian yang terpisah dari situasi belajar, akan tetapi merupakan bagian yang menyatu dengan situasi belajar tersebut.
Sedangkan menurut Mc. Donald, motivasi merupakan suatu perubahan tenaga di dalam diri pribadi seseorang yang ditandai oleh dorongan afektif dan reaksi-reaksi dalam usaha mencapai tujuan.
Motivasi belajar menurut Ws. Winkel adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar, dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar itu sehingga tujuan yang dikehendaki oleh siswa tercapai.
Teori motivasi belajar terbagi menjadi dua yaitu motivasi belajar intrinsik dan motivasi belajar ekstrinsik.
Baca Juga: Tips Nanda Isna Mufida jadi Guru TK Biar Tetap Awet Muda dan Mudah Komunikasi dengan Anak
Menurut Deci (dalam Schunk, 2012) motivasi belajar intrinsik adalah suatu dorongan untuk melakukan sesuatu bukan karena ingin mendapatkan hadiah, melainkan karena kesadaran diri sendiri karena minat belajar dan keinginan untuk berprestasi.
Lepper dan Hodell (dalam Schunk, 2012) menyatakan bahwa ada empat sumber motivasi intrinsik, yaitu: tantangan, keingintahuan, kontrol, dan fantasi.
Misal, seorang siswa yang memperoleh kepuasan dan kebanggaan dalam mengerjakan tugas dari guru.
Menurut Prayitno (1989) motivasi belajar ekstrinsik adalah suatu dorongan untuk melakukan aktivitas karena adanya tujuan tertentu yang terletak di luar aktivitas pembelajar.
Artinya siswa belajar karena adanya faktor-faktor pendorong dari luar, seperti: pengaruh lingkungan, dorongan serta harapan orang tua, adanya hadiah atau imbalan, dan bantuan beasiswa.
Misal, seorang siswa yang ingin mendapatkan hadiah dari orangtua dalam mengerjakan tugas dari guru.
Baca Juga: MA Al Muslihuun Buka Pendaftaran
Nah, jika dalam diri seorang siswa memiliki motivasi untuk berhasil dalam belajarnya, maka hal ini akan mempengaruhi tujuan akhir siswa dalam memecahkan masalah.
Siswa akan lebih bersungguh-sungguh menyelesaikan masalah yang ada dengan strategis dan terstruktur.
Maka dari itu, ingat-ingat lagi tujuan atau cita-cita agar belajar tambah semangat.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra