RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – UPT rumah potong hewan (RPH) ruminansia dan babi telah menerima 26 pesanan hewan kurban yang akan dipotong. Didominasi hewan sapi yang dipotong di tiga RPH yang ada di Tulungagung. Pemotongan hewan dilakukan selama tiga hari, sejak 28 Juni hingga 30 Juni.
Kepala UPT RPH Ruminansia dan Babi, drh Arfian Yahya mengatakan, RPH Tulungagung telah menerima 26 ekor permintaan pemotongan hewan kurban dan semuanya sapi. Dari jumlah itu, 8 ekor sapi dari Masjid Agung Al Munawwar yang selalu rutin meminta RPH untuk memotong. Ketika PMK tahun lalu ada banyak yang memotong di RPH, sekitar 45 ekor, karena untuk antisipasi.
“Kami menerima permintaan pemotongan hewan kurban, tapi hanya menyediakan fasilitas tempat dan dokter hewan untuk pemeriksa hewan dan daging. Untuk tenaga pembulai dari pihak jagal, dari luar. Satu ekor hewan kurban sapi bisa tiga hingga empat orang yang menangani,” ujar Arfian.
Dia melanjutkan, waktu memotong hewan kurban ini tergantung permintaan dari pemesan. Tanggal 28, 29, dan 30 Juni sudah ada. Selain Masjid Al Munawwar, ada yang dari Kelurahan Kedungsoko, Kecamatan Tulungagung; Perumahan Sobontoro, Kecamatan Boyolangu; Kelurahan Kepatihan; Desa Bungur, Kecamatan Karangrejo; dan Desa Plandaan sekitar kantor Pegadaian Tulungagung.
Arfian menerangkan bahwa ada tiga RPH yaitu di Desa Ketanon, Bandung, dan Ngunut. Yang paling ramai dan paling banyak menerima kurban ada di RPH Ketanon. Di Ngunut dan Bandung, rata-rata hanya menerima empat hingga lima ekor hewan kurban. Namun, sekarang RPH Ngunut dan Bandung belum ada datanya, tetapi dipastikan selalu ada hewan kurban yang dipotong di sana.
RPH menyatakan batas terakhir menerima pemotongan hewan kurban itu dua hari sebelum dipotong harus konfirmasi kepada dokter hewan di RPH. Oleh karena itu, jumlah 26 ekor bisa bertambah. RPH mempersyaratkan ternak harus datang 12 jam sebelum hari H. RPH juga menyatakan petugasnya selalu siap kapan pun, bahkan bisa melakukan pemotongan malam hari.
“Syaratnya yang utama harus ada laporan kepada petugas, dan ternak harus datang ke RPH 12 jam sebelum dipotong karena ada pemeriksaan antimorfem. Kami kebanyakan menerima sapi. Hal itu karena kambing lebih mudah disembelih panitia kurban,” pungkasnya.(jar/c1/r
Baca Juga: Sejak Kamis Pagi, Sang Putri Pasutri Pengusaha Kolam Renang Mencari, Namun Hasilnya..
Editor : Nurul Hidayah