Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

PAPDI Cabang Surabaya dan IKA UNAIR Tulungagung Serahkan Bantuan Sumur Bor ke Warga Desa Tenggarejo

Aditya Yuda Setya Putra • Senin, 20 Mei 2024 | 19:52 WIB

 

Penyerahan sumur bor oleh Wakil rektor UNAIR, Prof. Dr Moh.Miftahussurur M.Kes, SpPD,  KGEH, PhD, FINASIM., atas nama PAPDI dan  Ika Udi Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung, kemarin (19/5/2024).
Penyerahan sumur bor oleh Wakil rektor UNAIR, Prof. Dr Moh.Miftahussurur M.Kes, SpPD, KGEH, PhD, FINASIM., atas nama PAPDI dan Ika Udi Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung, kemarin (19/5/2024).

TULUNGAGUNG – Sebagai bentuk pengabdian masyarakat, Ikatan Alumni (IKA) Universitas Airlangga (UNAIR) PC Tulungagung menyerahkan bantuan sumur bor di Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung, kemarin (19/5/2024). Itu jadi upaya untuk membantu warga dalam mengatasi permasalahan air bersih.

Sekjen PP IKA UNAIR Indra Nur Fauzi mengatakan, kegiatan kemarin jadi salah satu program besar IKA UNAIR di bidang pengabdian masyarakat. Momen ini juga dimaknai sebagai upaya untuk penguatan jaringan alumni.

Dia juga mengapresiasi IKA UNAIR PC Tulungagung karena menginisiasi satu program yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Ini juga untuk memperkuat jaringan dengan cara mengabdi dan berkontribusi bagi masyarakat. Sebab, berdasarkan analisis PC Tulungagung, masyarakat di sini sering kesulitan air. Sehingga, perlu diberi solusi atas persoalan yang ada,” jelasnya.

Dia berpesan agar masyarakat di sekitar lokasi sumur bor bisa memanfaatkan sumber air yang ada secara baik. Itu penting guna memastikan warga bisa mendapat akses air bersih yang merupakan kebutuhan utama harian.

“Harus dijaga dari segi teknis dan lingkungan. Kami juga sudah diskusikan dengan pihak-pihak terkait agar sumur ini bisa dijaga,” pungkasnya.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Surabaya, dr Ugroseno Yudho Bintoro mengungkapkan, proses panjang sudah dilalui oleh tim dalam upaya realisasi sumur bor bagi masyarakat Desa Tenggarejo. Ada upaya luar biasa hingga bantuan ini bisa tercapai,” ujarnya.

Salah satu proses yang dilalui adalah uji bakteriologi. Menurut Ugro, air sumur bor di Desa Tenggarejo dipastikan terbebas dari bakteri jahat, sehingga aman dikonsumsi setiap hari oleh masyarakat sekitar.

“Iya. Juga dilakukan tes bakteriologi atau uji kelayakan. Hasilnya, tidak ditemukan bakteri yang menyebabkan penyakit. Lalu, debit air yang ada juga cukup signifikan untuk memenuhi kebutuhan harian,” kata laki-laki yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Ilmu Penyakit Dalam UNAIR ini.

Untuk diketahui, proses pengeboran memakan waktu cukup lama. Tim gabungan baru mendapati air bersih usai melakukan pengeboran sedalam 86 meter. Itu tak lepas dari kondisi geografis di wilayah Kecamatan Tanggunggunung.

“Persiapan sejak September. Lalu, dimulai pada Januari hingga April. Respon masyarakat sangat luar biasa. Dan alhamdulillah program ini juga difasilitasi oleh Pemkab Tulungagung,” ujar Ketua IKA Ilmu Penyakit Dalam UNAIR, dr Muhammad Mahfudz.

Dia menambahkan, total ada sekitar 2.275 orang di lima dusun yang terdampak oleh bantuan sumur bor ini. untuk itu, dia meminta agar masyarakat bisa mengolah dan memaksimalkan sumur bor sesuai dengan fungsinya.

“Apalagi sumur ini dibangun di tanah wakaf milik salah satu warga. Jangan sampai air dari sumur ini dikomersilkan. Mari kita jaga bersama,” sebut laki-laki berkacamata ini.

Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno bersyukur atas terealisasinya program pengabdian masyarakat ini. Dia juga mengapresiasi jajaran PP IKA UNAIR, IKA UNAIR PC Tulungagung, PAPDI Cabang Surabaya, IKA Ilmu Penyakit Dalam UNAIR, para donatur, dan sejumlah pihak terkait atas kepeduliannya kepada warga Tulungagung.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya di Desa Tenggarejo. Berikutnya jadi tugas masyarakat desa dan kami (pemkab, Red) untuk mendistribusikan air dari tandon ke masyarakat yang lebih luas. Dimana hal ini sudah kami bicarakan dengan disperkim,” bebernya.

Ketua IKA UNAIR PC Tulungagung, dr Desi Lusiana Wardhani menerangkan, bantuan sumur bor bagi warga Dusun Tenggar, Desa Tenggarejo, Kecamatan Tanggunggunung, kemarin direalisasi melalui program Aksi Merdeka Air dan Tanaman untuk Alam (AMERTA). Pihaknya juga menggandeng Pemkab Tulungagung, Rumah Zakat, LMI, berbuatbaik.id, dan Apsilangga di program ini. Dia juga memastikan bahwa program serupa bakal kembali dilaksanakan usai analisis lebih lanjut.

“Yang pertama memang di Desa Tenggarejo. Selanjutnya, kami perlu lakukan analisis untuk memastikan tingkat kebutuhan yang paling mendesak dan lokasi mana yang paling memungkinkan. Kemungkinan akan kemabli dibangun di Kecamatan Tanggunggunung, Sendang, atau Pucanglaban,” ucap perempuan berjilbab ini.

Sulit mendapat akses air bersih dialami warga Desa Tenggarejo setiap tahun, khususnya di musim kemarau. Mereka yang terbilang mampu secara ekonomi harus merogoh kocek lebih untuk membeli air bersih.

Adapun mereka yang tergolong kurang mampu harus rela menempuh perjalanan jauh untuk mengambil air di salah satu belik atau sumber air.

“Jangkauannya sangat jauh. Dan warga yang ambil air ke belik harus memikul menggunakan jeriken. Apalagi aksesnya juga tidak mudah,” jelas Kepala Desa Tenggarejo, Mudjito.

Dia berharap realisasi program bantuan sumur bor ini bisa menjadikan warga Tenggarejo lebih sejahtera dan mudah dalam mendapatkan akses air untuk kebutuhan harian, termasuk untuk menjaga kesehatan.

“Kami akan teruskan ini. dan tentu kami berharap warga jadi lebih sejahtera dan makmur,” tandasnya.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#IKA UNAIR Tulungagung #sumur bor