RADAR TULUNGAGUNG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung mencatat volume sampah yang dihasilkan warga Tulungagung pada bulan ramadan dan lebaran mengalami peningkatan sampai 10 persen.
Berjalan hampir sebulan penuh, untungnya kini volume sampah sudah seperti kondisi normal biasanya.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Tulungagung, Yudha Yanuar Hadi menyebut dalam kondisi normal, volume sampah harian masyarakat Tulungagung sekitar 90-100 ton.
Kondisi itu berbeda saat ramadan dan lebaran, karena volume sampah meningkat 5-10 persen ketimbang kondisi normal.
“Pada periode ramadan dan lebaran, terjadi trend peningkatan tonase sampah yang diangkut ke TPA Segawe. Peningkatannya 5-10 persen, atau 5-10 ton perhari peningkatannya,” ungkap Yudha, senin (14/4).
Tempat pembuangan sementara (TPS) di area perkotaan dan sekitar perkotaan menjadi penyumbang peningkatan terbanyak.
Sehingga, tim dari DLH tidak libur dalam mengangkut sampah meskipun lebaran.
“Ada TPS yang biasanya diambil satu kali dalam sehari, kemarin kita ambil dua kali lipatnya,” katanya.
Yudha menyebut periode peningkatan volume sampah terjadi di awal puasa, lebaran sampai lebaran ketupat.
Tidak bisa dipungkiri, karena saat itu mulai banyak penjual takjil baru, kegiatan buka bersama, kegiatan bagi takjil, serta kegiatan keagamaan lainnya yang dilakukan masyarakat.
Itulah yang menjadi penyebab kenapa volume sampah mengalani peningkatan.
“Untungnya tim kami sudah terbiasa dengan periode peningkatan volume sampah ini. Apalagi kemarin sempat terjadi hujan sehingga volume sampah juga meningkat,” katanya.
Untuk saat ini, Yudha memastikan periode peningkatan volume sampah itu telah berakhir.
Dari data minggu kemarin, volume sampah yang masuk ke TPA Segawe sudah landai seperti bulan Januari atau Februari.
“Kalau sampah terbanyak mayoritas adalah sampah rumah tangga organik,” paparnya.
Disamping itu, Yudha menyebut kalau tonase sampah di Tulungagung selalu meningkat setiap tahun.
“Kalau dulu tahun 2023 sekitar 80 ton per hari, kini sudah sampai 90-100 ton per harinya. Kalau sampah dari tahun ke tahun menang cenderung meningkat,” tutupnya.***
Editor : Mukhamad Zainul Fikri