Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Cara Seniman Kota Blitar Semarakkan Kemerdekaan lewat Melukis, Apresiasi Wadah Ruang Seni

Doni Setiawan • Sabtu, 19 Agustus 2023 | 15:00 WIB
JIWA SENI: Pelukis menggoreskan tinta ke kanvas di Istana Gebang, kemarin.
JIWA SENI: Pelukis menggoreskan tinta ke kanvas di Istana Gebang, kemarin.

KOTA BLITAR - Berbagai kegiatan dilakukan masyarakat untuk memeriahkan HUT Ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia. Seperti yang dilakukan oleh sejumlah seniman di Kota Blitar yang merayakannya dengan melukis bareng di Balai Kesenian Istana Gebang, Kelurahan/Kecamatan Sananwetan, kemarin (17/8).

 

Sejumlah seniman terlihat serius menggoreskan cat pada kanvas putih itu. Lambat laun, goresan cat itu membentuk sebuah gambar dengan berbagai macam rupa. Terdengar musik dangdut mengiringi seniman untuk menciptakan karya.

Beberapa kanvas dan cat tampak berserakan di lantai. Sejumlah lukisan yang telah selesai juga berjejer di sisi barat balai kesenian. Itu merupakan hasil karya dari sejumlah seniman yang ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Blitar dan seniman di wilayah Kota Blitar. Ada 78 seniman yang terlibat dengan mengambil tema “Mewarnai Indonesia”. Acara tersebut dimulai sejak pagi seusai upacara kemerdekaan di Alun-Alun Kota Blitar.

Selain untuk memeriahkan kemerdekaan, juga memberikan ruang gerak bagi seniman untuk kembali berkarya. “Karena pascapandemi, kegiatan seniman di kota Blitar praktis berhenti. Tidak ada apresiasi atau penghargaan terhadap ruang seni,” ungkap ketua DPD KNPI Kota Blitar, Khulukul Jimmi Yanuardana, kemarin (17/8).

Nantinya, hasil lukisan tersebut akan dipamerkan dalam kegiatan Pesta Merah Putih. Pameran tersebut digelar di depan kantor Wali Kota Blitar pada 18 Agustus. Digelar mulai pagi hingga malam hari.

Sebelumnya, lanjut Jimmi, juga ada acara serupa yakni lomba mewarnai untuk anak sekolah dengan batas usia maksimal 8 tahun. Selain itu, lomba melukis produk lokal bagi para perajin dan lomba lukis untuk pelukis di Kota Blitar. “Tema yang diambil yakni Menuju Indonesia Emas 2045,” terangnya.

Adanya kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan Kota Blitar sebagai destinasi wisata baru. Sebab, menurutnya, Kota Blitar memiliki banyak pelaku seni. Bukan hanya pelukis, melainkan juga seni ukir, batik, dan sebagainya. Jika dikumpulkan dalam satu wadah seni menjadi sebuah Pasar Seni. “Rencana kami ingin membuat semacam street art space seperti di Solo,” ujarnya.

Kegiatan ini juga sebagai kesempatan untuk menyadarkan masyarakat terhadap ruang seni. Pemerintah bisa menggunakan seni sebagai media sosialisasi. Pada banner misalnya. Jika hanya berisi tulisan formal terlihat kurang menarik dan terkesan kaku.

Sebaliknya, lanjut dia, jika menggunakan seni lukis akan lebih menarik. Sebab, ada visualisasi dan cerita di balik seni itu sendiri. “Selain menarik, juga bisa mudah diterima oleh masyarakat,” katanya.

Salah satu seniman, Bondan Widodo, ikut andil mengapresiasi kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan itu bisa memberikan kesempatan bagi pelaku seni untuk kembali berkarya. “Ya, tadi dapat kabar ada acara di sini, jadi ikut juga memeriahkan,” ungkapnya.

Seniman yang dikenal sebagai spesialis patung Bung Karno ini berharap dengan adanya kegiatan ini seniman bisa kembali menuangkan ekspresi melalui seni. Apalagi, kegiatan seniman sempat berhenti pascapandemi. “Juga memberikan motivasi kepada anak muda untuk berkarya,” tandasnya. (mg1/c1/sub)

Editor : Doni Setiawan
#ruang seni #melukis #seniman #semarak kemerdekaan