BLITAR – Fenomena alam berupa hari tanpa bayangan bakal terjadi dalam pekan ini. Fenomena yang dikenal dengan istilah kulminasi tersebut diprediksi terjadi di sejumlah daerah di Jawa Timur (Jatim).
Hal itu diungkapkan Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Bhilda Maulida, terkait hari tanpa bayangan.
Berdasarkan prediksi BMKG, hari tanpa bayangan terjadi mulai 11 sampai 14 Oktober. Selama empat hari tersebut, matahari berada di posisi paling tinggi di langit.
“Fenomena tersebut hampir terjadi di seluruh daerah di Jatim dengan waktu yang berbeda,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Blitar melalui keterangan tertulis, Selasa (10/10/2023).
Bhilda menjelaskan, saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat. Fenomena itu disebut dengan kulminasi utama.
”Pada saat itu, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat ‘menghilang’ karena bertumpuk dengan objek benda itu sendiri,” jelasnya.
Di sejumlah daerah di jatim akan mengalami fenomena tersebut. Berdasarkan prakiraan BMKG, hari kulminasi di Blitar terjadi pada 14 Oktober. Untuk waktunya berlangsung pukul 11.17 WIB .
Di hari yang sama, kulminasi juga terjadi di Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Batu, Malang, Lumajang, Jember, Bondowoso, dan Banyuwangi.
Sementara untuk fenomena tersebut mayoritas terjadi pukul 11.00 WIB lebih. Pada Rabu (11/10/2023), hari tanpa bayangan terjadi di Sumenep, Bangkalan dan Tuban.
Masyarakat diimbau tetap waspada dengan kondisi cuaca yang panas dan terik dengan suhu mencapai 30 derajat celcius lebih.
Bhilda mengungkapkan, selama kulminasi tersebut kondisi cuaca di sebagian besar wilayah di jatim sangat terik.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. ”Seperti dehidrasi dan heat stroke,” terangnya.
Editor : M. Subchan Abdullah