Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan, Petani di Blitar Diimbau Optimalkan Fungsi Embung-Sumur Bor

Fajar Ali Wardana • Rabu, 11 Oktober 2023 | 16:00 WIB
foto ilustrasi
foto ilustrasi

BLITAR- Masyarakat, khususnya petani, harus lebih mawas dalam penggunaan air di musim kemarau tahun ini.

Itu agar mereka terhindar dari ancaman gagal panen saat musim kemarau. Nah, pemanfaatan embung dan sumur juga bisa jadi opsi untuk memastikan sawah dapat tetap diairi.

Kabid Prasarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DPKP) Kabupaten Blitar Mat Safii mengatakan, tahun ini DPKP membangun 11 embung dan 19 irigasi air tanah dangkal atau sumur bor, untuk antisipasi musim kemarau.  

Jumlah pembangunan dua proyek itu mengalami fluktuatif dalam lima tahun terakhir.

Menurut data yang dimiliki oleh DPKP, pembangunan embung dimulai pada 2019 di sembilan titik, 2020 dibangun 12 titik, 2021 dibangun di enam titik, dan tahun lalu dinas hanya membangun embung di satu titik.

Sedangkan, pembangunan sumur bor setiap tahun meningkat dan hanya tahun ini yang mengalami penurunan pengadaan.

“Pada 2018 kami bangun sumur bor di sembilan, pada 2019 ada di 10 titik, 2020 terdapat 20 titik, 2021 terdapat 24 titik, 2022 ada 33 titik dan tahun ini berkurang menjadi 19 titik. Jadi total sudah 286 sumur bor yang sudah kami buat,” ujar Mat Safii yang ditemui di kantornya Selasa (10/10/2023).

 Safii menyebut, dibutuhkan biaya besar dalam pembangunan embung. Yakni sekitar Rp 120-150 juta untuk satu unit embung.

Embung dibangun dengan luas 15x20 meter atau 20x20 meter. Dengan kedalaman sekitar 2-3 meter. Dalam konndisi normal, embung bisa mengairi sawah seluas 40 hektare.

Sedangkan anggaran sumur bor hampir sama. Yakni sekitar Rp 120 juta. Ada sejumlah item sebagai kelengkapan sumur bor.

Diantaranya, mesin, bangunan rumah, dan juga jaringan tersier.

“Kami masih terus membangun embung dan sumur bor atas usulan petani. Tapi tidak semua usulan dapat direalisasikan, karena keterbatasan anggaran,” pungkasnya. 

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#gagal panen #musim kemarau #embung #kekeringan blitar #blitar #sumur bor #kekeringan #petani