BLITAR - Setiap akhir pekan, masyarakat ramai-ramai memanfaatkan waktu untuk berlibur. Pantai Serang tampaknya menjadi salah satu tujuannya. Pasalnya, destinasi wisata bahari ini kemarin tampak penuh dengan pengunjung.
Namun, ada yang sedikit berbeda. Ada beberapa kelompok tampak berkerumun di tepian pantai. Ternyata mereka membuat patung pasir yang kebetulan memang dilombakan oleh pengelola wisata setempat. “Saya sudah dua kali mengikuti lomba ini,” ujar seoang peserta lomba, Muhammad Ali Firdaus.
Siswa salah satu sekolah menengah di Blitar ini mengaku tertantang membuat karya patung dari pasir pantai. Ikan menjadi objek yang dikerjakan dalam lomba ini. “Kepengin saja, buat patung ikan,” imbuhnya.
Baca Juga: Terbaru, Rekomendasi 7 Wisata Kuliner Tulungagung Dijamin Nagih
Meski sederhana, bentuk ikan nyatanya tidak mudah digarap. Pasalnya, ada banyak komponen kecil yang mesti telaten dalam proses pengerjaannya. Misalnya, bagian sirip dan sisik ikan. “Itu memang bagian yang susah. Bagian bawahnya sirip itu kan kecil-kecil,” terangnya.
Aktivitas para pelajar ini tampaknya berhasil menarik minat para pengunjung wisata. Bahkan tak jarang mereka mengabadikan momen bersama proses pembuatan patung. “Kelihatannya mudah. Tapi kalau untuk lomba pasti harus detail dan rapi. Jadi pasti susah juga ya,” ucap seorang pengujung yang mengaku bernama Ratih.
Ini bukan kali pertama warga asli Gandusari itu ke Pantai Serang . Dia mengaku sering ke pantai ini, tertutama saat event tahunan seperti yang sedang berlangsung sekarang. “Ya seru saja. Tidak hanya menikmati panorama alam, tapi ada kegiatan lain seperti lomba-lomba ini,” jelas dia.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Pemandangan Pantai Menakjubkan dari Jalur Lintas Selatan Tulungagung-Trenggalek
Sementara itu, Kepala Desa Serang Handoko menyatakan bahwa kegiatan atau lomba patung pasir tersebut merupakan salah satu rangkain dari Serang Culture Festival Ke-7 dengan tujuan untuk mewadahi kreativitas pelajar Blitar Raya.
“Kegiatan ini untuk mewadahi kreativitas, khususnya di bidang seni dari pelajar,” Jelasnya.
Selain pelajar, ada juga seniman Blitar yang memeriahkan kegiatan tersebut.
Baca Juga: Pesona Pantai Ngalur, Wisata yang Tersembunyi di Tulungagung
Sayangnya, jumlah perserta lomba ini lebih sedikit jika dibandingkan dengan kegiatan tahun lalu. Kemungkinan kerana jadwal event ini berbarengan dengan kegiatan di sekolah.
Berbagai bentuk patung dibuat oleh para pelajar dalam kegiatan ini. Antara lain, bentuk kearifan budaya mulai dari barong, kendang, Gong Perdamaian, dan juga bentuk keanekaragaman hayati mulai dari Gunung Kelud serta bentuk hewan-hewan laut. “Memang kami pakai kearifan lokal sebagai temanya. Jadi sekaligus mengenalkan anak-anak atau pengunjung dengan ciri khas atau karakter Blitar,” tandasnya. (don/c1/hai)
Editor : Doni Setiawan