BLITAR - Lima tahun cukup bagi Erik Listiadi, untuk mendapatkan banyak pengalaman dari usaha suvenir.
Mantan buruh pabrik di Sidoarjo ini memutuskan menyeriusi usaha suvenir yang dia kelola bersama istri di kampung halamanya Kabupaten Blitar ini.
“Awalnya saya iseng membuat pernak-pernik untuk hajatan teman istri. Usaha sampingan ini mulai berkembang dan permintaan semakin banyak. Sehingga saya pun mulai serius menekuni usaha suvenir,” ujar warga Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar ini.
Dari pernak-pernik, jenis usaha suvenir yang diminta semakin bervariasi. Bahkan, kini Erik juga memproduksi macam-macam suvenir, mahar, hantaran, undangan, hingga merchandise.
“Sebelum pandemi, permintaan meningkat pesat. Tapi selama pandemi, permintaan agak merosot tajam karena tidak ada acara hajatan," katanya.
"Kemudian, saya mulai memasarkanya secara online lewat sosmed, seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan lain lain,” imbuh suami Berlina Sani ini.
Produk buatan Erik kini tidak hanya beredar di lokalan Blitar. Sebaliknya, tak jarang ada permintaan dari luar Jawa, bahkan hampir seluruh wilayah di Indonesia.
Permintaan terbanyak datang dari acara pernikahan, kegaiatan perusahaan, maupun acara kedinasan.
Baca Juga: Cerita Dina Khoirunnisak, Jadikan Hobi sebagai Peluang Usaha Menjanjikan
Dalam produksinya, Erik mempekerjakan ibu-ibu rumah tangga yang ada di sekitar lingkunganya.
Tak kurang dari 30 orang mendapatkan tambahan penghasilan dari kegiatan membuat suvenir tersebut.
“Saya tidak mengikat para pekerja ibu-ibu dan membebaskan mereka untuk membawa anak-anaknya, karena saya tahu betul pentingnya waktu buat anak,” ujar ayah tiga anak tersebut. (san/c1/hai)
Editor : Doni Setiawan