RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM - Heru Mursono memulai usaha aneka keripik dan minuman sejak 2014. Berkat usahanya itu, Heru mampu membuka lapangan pekerjaan. Dia sudah mempunyai karyawan untuk membantu mengembangkan usahanya. Dalam menjalankan usaha, Heru Mursono mendapatkan dukungan yang sangat tinggi dari keluarga. Usaha produksi aneka keripik dan minuman ini dijalankan Heru di Perum Bumi Mas Blok N-14, Desa Tunggulsari.
Sejak 2014, Heru Mursono memproduksi aneka keripik seperti keripik pisang, krecek singkong. Selain itu juga minuman seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, dan lengkuas. Aneka bahan itu dijadikan minuman instan atau ekstrak siap minum dan pendamping minuman berupa wedang sari lengkuas.
Heru Mursono terus berjuang dan konsisten menekuni usaha aneka keripik dan minuman. Misalnya, dalam sebulan, dia mampu memproduksi aneka keripik. Di antaranya, keripik pisang kapasitas 2,5-3 kuintal; krecek singkong 1,5-2 kuintal; dan bermacam keripik lainnya berdasarkan pesanan. Kemudian, kapasitas minuman ekstrak 30-40 kilogram per bulan.
Melalui usaha ini, Heru bisa memanfaatkan potensi yang tersedia di desa sebagai bahan baku. Misalnya, pisang, singkong, ketela rambat, sukun, talas. Selain itu, jahe, kunyit, kencur, dan lengkuas sebagai bahan minuman ekstrak. Sekarang, pengembangan inovasi produk minuman wedang sari lengkuas bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku keripik dan minuman. "Apalagi, di era saat ini, intinya harus berani mengambil kesempatan atau peluang yang menghasilkan," ungkap pria 59 tahun ini.
Untuk mengembangkan usahanya, Heru harus piawai memanajemen waktu. Bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan mempunyai target yang jelas untuk mengembangkan usaha. Dengan tenaga kerja dua orang, Heru mampu mencukupi permintaan pasar. Selama ini, selain di wilayah Tulungagung, pasar usaha Heru sudah menjangkau pasar lokal Blitar, Cilegon, Jakarta, hingga Malaysia.
Harapannya, usaha milik Heru bisa berkembang pesat dan semakin diterima konsumen. "Yang paling kami harapkan, usaha ini bisa bermanfaat untuk orang banyak. Tiada hari tanpa inovasi untuk Indonesia," tegasnya. (*/c1/ynu)
Baca Juga: Populasi Bambu Desa Nglutung Melimpah, Bisa Jadi Sentra Usaha
Editor : Nanda Nila Alvinda