TULUNGAGUNG - Beberapa hari belakangan, masyarakat Tulungagung dihebohkan dengan somasi terbuka dari Asosiasi Batik dan Wastra Tulungagung.
Mereka menyoal tiga toko di Tulungagung yang memperjualbelikan Batik Lurik Bhumi Ngrowo palsu.
Padahal yang diizinkan menjual batik khas Tulungagung ini adalah Dekranasda Tulungagung yang menerima mandat dari Asosiasi Batik dan Wastra Tulungagung.
Baca Juga: Perjualbelikan Batik Lurik Bhumi Ngrowo Palsu, Tiga Toko Kain di Tulungagung Terkena Somasi
Bagaimana cara membedakan Batik Lurik Bhumi Ngrowo yang asli dan yang palsu? Berikut tipsnya.
1. Warna yang Asli Lebih Terang.
Dari penelusuran Asosiasi Batik dan Wastra Tulungagung, Batik Lurik Bhumi Ngrowo yang dijual di toko kain berwarna lebih gelap.
Padahal yang versi asli lebih cerah, karena warna dasar kuning keemasan dan ada motif garis vertikal memanjang.
2. Ada Logo
Terdapat logo di Batik Lurik Bhumi Ngrowo yang menandakan orisinalitas batik khas Tulungagung ini.
3. Harga Lebih Mahal
Batik asli dihargai Rp 58 ribu per meter. Jauh di atas batik palsu yang dibanderol sekitar Rp 32 ribu hingga Rp 37 ribu.
Jadi jangan mudah terkecoh dengan harga murah yang justru merupakan barang palsu dan diperjualbelika secara ilegal.
4. Difokuskan di Dekranasda
Penjualan dan pemesanan Batik Lurik Bhumi Ngrowo dipusatkan di Dekranasda Tulungagung artinya tidak dijual secara bebas di pasaran.
Sekarang jadi tahu kan perbedaan Batik Lurik Bhumi Ngrowo yang asli maupun yang palsu.
Harga boleh sedikit mahal, namun itu sepadan dengan tingginya makna filosofis sekaligus menghargai karya penciptanya.
Editor : Dharaka R. Perdana