Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Menengok Kehebohan Emak-Emak Berburu Kebutuhan Dapur di Gerakan Pangan Murah DKP Tulungagung

Aditya Yuda Setya Putra • Rabu, 11 Desember 2024 | 20:18 WIB
Sekretaris DKP Tulungagung Ledang Hadiwiyono berkunjung ke salah satu stan GPM di halaman kantor DKP, kemarin (10/12).(ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR TULUNGAGUNG)
Sekretaris DKP Tulungagung Ledang Hadiwiyono berkunjung ke salah satu stan GPM di halaman kantor DKP, kemarin (10/12).(ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG - Gerakan pangan murah (GPM) terakhir di tahun ini digelar kemarin (10/12).

Acara yang digelar di halaman kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Tulungagung itu menyedot warga yang antusias berbelanja untuk memenuhi kebutuhan harian.

Halaman kantor DKP Tulungagung sudah penuh sejak pagi hari.

Berbagai bahan dan komoditas pangan tampak mejeng di meja yang ditata rapi di masing-masing tenda.

Program GPM kemarin jadi yang terkahir di tahun ini. Tak pelak ada banyak warga Desa Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol, dan sekitarnya hadir di acara kemarin.

“Pemerintah hadir dari DKP mengadakan GPM. Diadakan sebanyak 21 kali. Dan hari ini yang yang terakhir. (Digelar, Red) dua kali di halaman DKP,” kata Sekretaris DKP Tulungagung, Ledang Hadiwiyono.

Kegiatan kemarin bertujuan sebagai bentuk penyediaan dan memastiakan kemudahan akses masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan murah.

Dengan begitu, masyarakat Tulungagung tidak akan kesulitan dalam pemenuhan gizi bagi keluarga.

“Dilakukan dalam rangka menstabilkan harga sekaligus upaya menurunkan inflasi daerah. Dan memberi tempat belanja masyarakat dengan harga di bawah harga pasar,” lanjutnya.

Ada berbagai instansi terkait yang dilibatkan di acara kemarin. Mulai dari Perum Bulog, Diskan Tulungagung, Disperindag Tulungagung, Disnakeswan Tulungagung, dan beberapa OPD terkait.

“Juga ada UMKM binaan OPD. Kalau UMKM binaan DKP tadi menyediakan beras, telur, bawang merah, bawang putih, hingga sayur,” ucap Ledang.

Hal lain yang jadi alasan GPM selalu diserbu emak-emak adalah kebijakan untuk memangkas harga komoditas di bawah harga pasar.

Jelas kondisi ini membuat berbagai komoditas langsung ludes diserbu pembeli dalam waktu singkat.

“Dari Bulog, ada beras SPHP dijual Rp 11.400 per kilogram. Kalau di pasar bisa mencapai Rp 12.000 per kilogram. Dari DKP, ada beras segar seharga Rp 12.600 per kilogram. Kalau di luar sekitar Rp 13.000 per kilogram,” ujarnya.

Dia menambahkan, momen jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga jadi perhatian khusus.

Itu sebabnya perlu dilakukan langkah teknis agar masyarakat mendapat kemudahan akan bahan pangan secara cepat dan murah.

Pasalnya, ada potensi angka inflasi jadi tak stabil di momen Nataru.

“Selain dalam rangka stabilitas harga, untuk mengendalikan inflasi. Ketiga, kita beri komoditas murah untuk menyambut Nataru. (Yang paling dibutuhkan, Red) kebanyakan gula, beras, dan minyak,” akunya.

Pantauan Koran ini di lapangan, juga tampak berbagai hasil industri skala rumah tangga yang dijajakan di event kemarin.

Hal itu membuat lebih banyak variasi produk UMKM.

Mulai dari keripik kulit patin, keripik tempe, cincau susu, dan berbagai jenis olahan lain. (*/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Diskan #disperindag #dkp tulungagung #disnakeswan #perum bulog #nataru #gerakan pangan murah #inflasi daerah