RADAR TULUNGAGUNG – Hari-hari menjelang Hari Raya Imlek dimanfaatkan beberapa orang untuk meraup untung di Tulungagung
Yakni dengan menjual pernak-pernik Imlek yang pada tahun ini adalah Tahun Naga Kayu.
Seperti pedagang kostum khas Imlek atau Cheongsam di sekitar Pabrik Gula Modjopanggoong, Tulungagung.
Mereka mampu mengantongi omzet Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta per hari.
Baca Juga: Peminat Tes IVA di Tulungagung Minim, Persentasenya Mencengangkan!
Madani Riza, salah seorang pedagang baju tradisional khas Imlek atau Cheongsam mengaku jika saat ini dagangannya mulai banyak dicari orang.
Apalagi tidak lama lagi Hari Raya Imlek tiba sehinggga banyak yang mencari pakaian khas untuk dikenakan.
Baca Juga: Desa Tasikmadu Watulimo Sering Jadi Arena Kericuhan Perguruan Silat, Kades Wignyo: Kami Menyayangkan
"Minggu ini sudah mulai ramai, dalam sehari rata-rata saya mendapatkan omzet Rp 500 ribu. Bahkan semakin mendekati Imlek bisa sampai Rp 1 juta hingga 2 juta per hari," jelasnya.
Menurut Madani, pembeli yang berdatangan tidak hanya para keturunan Tionghoa, tetapi para warga lokal juga turut membeli pakaian Cheongsam.
Umumnya, pembeli suka karena bentuknya yang lucu. "Kebanyakan para warga lokal yang beli mungkin karena bentuknya lucu, jadi para anak kecil suka memakainya," imbuhnya.
Pria ramah ini mengaku jika pengunjung mulai berdatangan sekitar pukul 15.00 hingga 20.00.
Kebanyakan baju yang dijual adalah baju Cheongsam anak-anak hingga remaja.
Harga baju yang dijual juga bervariasi karena tergantung ukuran. Mulai harga Rp 30 ribu hingga Rp 100 ribu.
"Ini baju produksi sendiri, orang tua punya konveksi di Jakarta, jadi saya bagian jualannya," tuturnya.
Baca Juga: Polsek Watulimo Trenggalek Porak-poranda, Dijaga Ketat Brimob Polda Jawa Timur
Pria asal Jakarta tersebut tidak hanya berjualan di Tulungagung.
Dia mengaku sudah melanglang buana berjualan baju Cheongsam hingga sampai Bali.
Jika sudah tidak laku, dia mulai berpindah tempat jualan di seluruh Indonesia.
Usaha yang sudah berjalan 10 tahun tersebut merupakan warisan usaha orang tua.
Sejak 2014, dia sudah menjual baju tradisional khas Imlek tersebut. Tidak hanya menjahit sendiri, tetapi juga menjual produknya sendiri.
"Saya sedari kecil sudah ikut-ikutan jualan baju Imlek, tidak hanya di Jakarta saja, tapi dari dulu sudah berkeliling," pungkasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana