Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terpantau sejak Awal 2025, MinyaKita Lampaui HET Pemerintah

Wanda Asmah Khoiriyah • Minggu, 9 Maret 2025 | 21:47 WIB
Ilustrasi minyak goreng yang beredar di pasar Tulungagung (Freepik)
Ilustrasi minyak goreng yang beredar di pasar Tulungagung (Freepik)

RADAR TULUNGAGUNG - Label minyak goreng rakyat merek MinyaKita sebagai barang yang murah dan berkualitas tampaknya harus segera dihapus.

Pasalnya, pada minggu awal Ramadan kali ini, harganya mengalami kenaikan signifikan.

Saat ini, harga MinyaKita di pasaran mencapai Rp 18.000 per liter atau jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah dipatok sebesar Rp 14.000 per liter.

Diketahui, harga di atas HET tersebut sudah terjadi sejak awal tahun 2025 ini.

Hal tersebut berkaitan dengan stok MinyaKita yang juga tak selancar sebelumnya.

"Saat ini dari distributor harganya sudah Rp 16.500, sehingga saya menjualnya sekitar Rp 18.000 per liter," ungkap salah seorang pedagang sayuran di pasar basah Trenggalek, Handoko.

Hal serupa dirasakan oleh pedagang sayuran lainnya, Siti.

Dia menambahkan, kenaikan harga tersebut diduga karena keterbatasan stok, sedangkan permintaan terus meningkat.

Dia merasa kesulitan mendapatkan stok MinyaKita dengan harga normal.

"Kalau tidak dinaikkan ya kami tidak mendapatkan untung. La wong dari distributor aja harganya sudah naik dari HET," imbuhnya.

Siti menambahkan, kenaikan harga ini dikeluhkan oleh masyarakat.

Pasalnya sedikit masyarakat yang membeli minyak tersebut.

Menurutnya, daya beli masyarakat saat ini lebih sedikit dalam berbelanja karena melihat semua sembako yang saat ini terus naik.

Dia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga minyak goreng.

Mengingat, kebutuhan akan bahan pokok ini sangat tinggi, terutama menjelang bulan Ramadan.

"Pemerintah bisa mengawasi pasokan MinyaKita agar tetap tersedia dengan harga terjangkau bagi masyarakat. Sehingga, harga di pasaran tidak naik secara drastis," tutupnya. (mg1/c1/jaz)

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#minyak goreng #kenaikan harga #het #MinyaKita