Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mencengangkan, Warga Tulungagung Ini Sulap Ban Bekas Jadi Ratusan Tempat Sampah Per Minggu

Rinto Wahyu Hidayat • Senin, 28 April 2025 | 04:12 WIB

Ban bekas diolah menjadi tempat sampah oleh warga Desa Serut. (ISTIMEWA)
Ban bekas diolah menjadi tempat sampah oleh warga Desa Serut. (ISTIMEWA)

RADAR TULUNGAGUNG – Limbah ban bekas yang kerap dianggap sampah, kini berubah menjadi peluang emas di tangan Iskandar, warga Dusun Pelem, Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Tulungaagung.

Sejak 1983, Iskandar konsisten mengolah ban bekas di bengkel kerjanya di Tulungagung menjadi tempat sampah berbahan karet yang kini tersebar di berbagai pasar tradisional di Jawa Timur.

Baca Juga: Mengenal Wahyudi Setiana, Pengusaha Kerajinan Kulit Tulungagung yang Tembus Pasar Internasional

Dengan memanfaatkan alat pemotong sederhana, ban bekas roda dua dan empat diproses langsung tanpa melalui tahap pabrikasi berat.

Dalam seminggu, Iskandar mampu memproduksi hingga 150 unit tempat sampah, dibantu empat orang pekerja tetap.

Baca Juga: Usaha Pengelasan Besi Tulungagung Berjaya, Ternyata Ini Pemicunya

Bahan baku ban diperoleh tidak hanya dari wilayah sekitar, tetapi juga dari pabrik besar di Surabaya dan daerah lainnya.

"Kami memenuhi permintaan dari Malang, Blitar, Tulungagung, Kediri, Ponorogo, hingga Trenggalek. Permintaan stabil bahkan cenderung meningkat," ujar Iskandar.

Baca Juga: Kerupuk Gaplek Pakisrejo Tulungagung Tetap Tumbuh, Tapi Terkendala Branding

Melihat tren positif penggunaan produk daur ulang, tahun ini Iskandar mulai mengembangkan inovasi desain tempat sampah, seperti model bertutup dan beroda, guna memenuhi permintaan pasar yang lebih beragam.

Tidak hanya itu, ia juga memperluas pemasaran melalui platform e-commerce lokal untuk menjangkau konsumen di luar Jawa Timur.

Baca Juga: Industri Kerupuk Rambak di Kelurahan Sembung Tulungagung Terus Bertahan di Tengah Persaingan Pasar

Upaya ini mendapatkan dukungan dari komunitas desa dan pemerintah setempat, mengingat industri rumahan seperti ini dinilai mampu mendorong ekonomi lokal sekaligus mengurangi volume sampah anorganik.

"Kami ingin membuktikan bahwa dari barang bekas pun bisa lahir produk berkualitas yang bermanfaat," tambahnya.

Desa Serut kini semakin dikenal sebagai pusat pengolahan limbah karet, membuktikan bahwa kreativitas dan ketekunan mampu mengubah sampah menjadi berkah. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#limbah #tulungagung #ban bekas #tempat sampah