TULUNGAGUNG - Desa Ngentrong di Campurdarat, Tulungagung dikenal sebagai sentra pengolahan pindang tongkol segar.
Produk lokal ini tidak hanya menjangkau pasar lokal Tulungagung, namun hingga luar daerah dan menjadi ikon kuliner berbasis hasil laut Jawa Timur.
Sentra Pindang Ikan Tongkol di Desa Ngentrong, merupakan salah penghasil hasil laut sekitar Tulungagung. Beragam jenis ikan laut ditangkap setiap hari, salah satunya adalah ikan tongkol yang banyak diminati masyarakat karena rasanya yang gurih dan kandungan proteinnya yang tinggi.
Potensi ini menjadi sebuah usaha kuliner yang menjanjikan. Di desa ini, pengolahan ikan tongkol menjadi pindang telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian penting dari ekonomi lokal.
Proses secara tradisional dalam pengolahan pindang di lakukan setiap hari, kiriman ikan tongkol segar datang dari daerah pesisir seperti Pantai Popoh, Pantai Prigi, hingga kawasan tambak di Blitar. Ikan-ikan ini kemudian langsung dibersihkan dan dipilah berdasarkan ukurannya.
Ikan tongkol berukuran besar biasanya dibelah dua sebelum dimasak, Ikan berukuran kecil dibiarkan utuh, Proses selanjutnya adalah penggaraman dan pengukusan di atas tungku tradisional.
Metode ini menjaga kesegaran, rasa alami, dan ketahanan produk agar tetap nikmat saat sampai ke tangan konsumen.
Meski diproduksi di desa, kualitas pindang tongkol dari Desa Ngentrong telah miliki jangkauan pasar luas hingga luar kota, ini dikenal hingga ke berbagai kota besar di Pulau Jawa.
Beberapa daerah yang secara rutin menerima distribusi pindang dari sini antara lain: Solo, Malang, Nganjuk, Mojokerto.
Kualitas rasa, cara pengolahan tradisional, serta pengemasan yang higienis menjadi daya tarik utama produk ini di pasar luar daerah.
Selain sebagai komoditas ekonomi, keberadaan industri rumah tangga pengolahan pindang ini juga menyimpan potensi sebagai wisata edukasi UMKM dan kuliner.
Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan pindang dan mencicipi hasil olahan laut yang khas.
Pengembangan desa wisata kuliner berbasis hasil laut bisa menjadi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya pengolahan makanan tradisional.
Kuliner Khas yang Siap Bersaing
Pindang tongkol dari Desa Ngentrong, Campurdarat bukan hanya sekadar makanan, tapi juga bagian dari cerita panjang ketekunan dan kearifan lokal.
Di tengah arus modernisasi, keberadaan pengrajin pindang yang masih mempertahankan cara-cara tradisional adalah aset yang patut diapresiasi dan dilestarikan.
Jika Anda sedang menjelajahi Tulungagung, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi pindang segar khas Ngentrong, yang siap menggoyang lidah sekaligus membawa cerita lokal yang autentik.(rin)
Editor : Didin Cahya Firmansyah