Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Strategi Pemasaran Online ala Gen Z di Tulungagung, Cara UMKM Lokal Menembus Pasar Anak Muda

Zahrotul Afkarina • Senin, 11 Agustus 2025 | 16:15 WIB

Generasi Z (lahir sekitar tahun 1997–2012) merupakan kelompok konsumen paling aktif di dunia digital. Mereka melek teknologi, kritis, dan lebih memilih brand yang autentik, relevan, dan interaktif.
Generasi Z (lahir sekitar tahun 1997–2012) merupakan kelompok konsumen paling aktif di dunia digital. Mereka melek teknologi, kritis, dan lebih memilih brand yang autentik, relevan, dan interaktif.

RADAR TULUNGAGUNG- Generasi Z (lahir sekitar 1997–2012) merupakan kelompok konsumen paling aktif di dunia digital.

Di Tulungagung, Gen Z bukan hanya penonton tren, tapi juga pencipta dan penggerak pasar. Mereka melek teknologi, kritis, dan lebih memilih brand yang autentik, relevan, dan interaktif.

Bagi UMKM lokal di Tulungagung, ini bukan tantangan melainkan peluang emas. Dengan pendekatan yang tepat, bisnis lokal bisa menembus pasar Gen Z secara efektif.

Mari membahas strategi pemasaran online yang cocok dengan gaya hidup dan kebiasaan Gen Z di Tulungagung.

Baca Juga: Wong Tulungagung Tak Perlu Panik Saat Inflasi Naik, Yuk Pahami Cara Kerjanya Secara Sederhana

1. Pahami Karakter Gen Z 

Gen Z merupakan generasi anak muda yang melek digital dan haus autentisitas. Karena mereka hidup di era internet, smartphone, dan media sosial.

Umumnya Gen Z menyukai konten singkat, interaktif, dan visual (video, meme, reels). Mereka lebih suka brand yang punya misi, bukan sekadar jualan.

Mereka memilih produk yang bisa mereka “rasakan”, bukan hanya lihat. Sehingga kedekatan emosional itu penting.

2. Gunakan Media Sosial yang Tepat

Baca Juga: Benarkah Koperasi Merah Putih Bakal Melirik Pangkalan Elpiji Melon? Begini Pernyataan Kabag Perekonomian Tulungagung

Media sosial adalah senjata utama dalam menembus pasar Gen Z. Tapi platform yang dipilih harus tepat.

Instagram & TikTok adalah dua platform terpopuler di kalangan Gen Z Tulungagung. Cara ini menawarkan hal yang menyenangkan dan ringan untuk memperkenalkan produk.

Berikan konten seperti: Behind the scenes produksi, Tutorial atau “how to”, Konten lucu atau relatable dan Ulasan dari pelanggan muda. 

Tips Lokal: Buat konten dengan sentuhan lokal Tulungagung (bahasa, lokasi, gaya hidup) agar terasa lebih dekat dan relevan.

Baca Juga: Terkena Cuaca Ekstrem, Produksi Perikanan Tangkap Tulungagung Anjlok

3. Kolaborasi dengan Micro-Influencer Lokal

Gen Z lebih percaya pada influencer kecil (follower 1.000–10.000) yang terasa nyata dan dekat dengan keseharian mereka.

Kolaborasi ini bisa menambah kredibilitas brand, menjangkau komunitas muda di Tulungagung secara organik, dan meningkatkan kepercayaan dan interaksi

4. Buat Konten yang Interaktif & Partisipatif

Strategi pasif tidak akan berhasil pada Gen Z. Ajak mereka untuk berpartisipasi, misalnya voting desain produk, challenge TikTok dengan hadiah, UGC (user-generated content) dengn minta mereka upload foto/video menggunakan produk, dan kuis interaktif di Instagram Story

 Baca Juga: UMKM, Si Kecil Penggerak Ekonomi, Ini Dampak Besarnya untuk Indonesia

Hal ini bukan hanya meningkatkan engagement, tapi juga membangun rasa kepemilikan terhadap brand.

5. Gunakan Bahasa yang Relevan dan Visual Menarik

Komunikasi yang terasa “boomer” akan cepat ditinggalkan Gen Z. Gunakan gaya komunikasi yang santai, tetapi tetap sopan, tidak terlalu formal, gunakan emoji, bahasa kekinian (asal tetap sesuai dengan brand)

Selain itu, desain visual sangat penting. Investasi dalam foto produk yang estetik, layout feed yang rapi, dan warna brand yang konsisten akan membuat akun media sosial lebih menarik.

6. Kampanye Sosial & Nilai Brand

Gen Z sangat memperhatikan nilai yang diusung oleh sebuah brand. Jadi, UMKM Tulungagung bisa menonjolkan penggunaan bahan lokal, ramah lingkungan, atau pemberdayaan masyarakat.

Selain itu juga bisa dengan membuat kampanye yang mendukung isu sosial (contoh: gerakan anti sampah plastik, edukasi UMKM lokal)

Semakin nyata dampaknya, semakin besar koneksi emosional yang terbentuk.

7. Optimalkan Penjualan Melalui Marketplace & Website 

Setelah menarik perhatian di media sosial, arahkan Gen Z ke: Marketplace populer seperti Shopee, Tokopedia dan Website dengan tampilan mobile-friendly.

Baca Juga: Jangan Mudah Terjebak Greenwashing, Ini Penjelasan Sebenarnya dan Cara Mengenalinya

Nah dengan memahami karakter mereka, memilih platform yang tepat, serta menyajikan konten yang otentik dan menarik, UMKM lokal bisa membangun hubungan jangka panjang dengan generasi muda.

Strategi pemasaran online bukan lagi pilihan, tapi keharusan jika ingin tetap relevan dan berkembang. 

Editor : Dharaka R. Perdana
#Gen Z #tulungagung #UMKM Lokal #Strategi Pemasaran