Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pelayaran Jaya Hidup Baru Resmi Gelar IPO di Bursa Efek Indonesia, Langkah Strategis dengan Harga Saham Rp310 per Lembar

Iqbal Pangestu • Jumat, 24 Oktober 2025 | 04:59 WIB

PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk. (PJHB) meluncurkan saham IPO dengan harga Rp310 hingga Rp330 per saham.
PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk. (PJHB) meluncurkan saham IPO dengan harga Rp310 hingga Rp330 per saham.

RADAR TULUNGAGUNG - Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap menyambut emiten baru dari sektor perkapalan, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk. (PJHB).

Emiten yang bisnisnya bergerak di penyewaan kapal Landing Craft Tank (LCT) ini siap melantai dengan menawarkan harga saham di rentang Rp310 hingga Rp330 per saham.

PJHB akan melepas total 480 juta lembar saham baru, yang setara dengan 25 persen dari total lembar saham perseroan.

Emiten perkapalan ini menjadi salah satu saham IPO terbaru yang mencuri perhatian investor ritel. Dari penawaran tersebut, PJHB berpotensi meraup dana segar maksimal hingga Rp158 miliar, atau tepatnya Rp158.400.000.000.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi ambisius PJHB. Uniknya, seluruh dana yang diperoleh dari saham IPO ini (100 persen) setelah dikurangi biaya emisi, akan dipergunakan untuk belanja modal, yakni membeli 3 unit armada kapal Landing Craft Tank (LCT) baru.

Baca Juga: Umumkan Buyback Rp5 Triliun, BCA Optimistis Pasar Saham Menguat, Laba Kuartal III Sesuai Target

Masa Penawaran Awal untuk saham IPO PJHB telah dimulai sejak 22 Oktober 2025 dan akan berlangsung hingga 27 Oktober 2025.

Penjatahan diperkirakan terjadi pada 3 November 2025, dan pencatatan saham di BEI direncanakan pada 5 November 2025. Aksi korporasi ini digawangi oleh PT Pilarmas Investindo Sekuritas sebagai penjamin emisi.

Ekspansi Armada Tanpa Utang Berbunga

Penggunaan 100 persen dana IPO untuk penambahan armada kapal LCT merupakan poin menarik dari PJHB.

Kapal LCT sendiri biasanya digunakan untuk mengangkut kargo, kendaraan, alat berat, hingga kapal besar. Sebelum IPO, PJHB telah memiliki 5 unit armada kapal LCT.

Dengan penambahan 3 unit kapal baru dari dana IPO, total armada PJHB akan bertambah menjadi 8 unit kapal.

Penambahan armada ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Analis memproyeksikan, setelah ekspansi penambahan tiga kapal, kinerja tahunan PJHB berpotensi menghasilkan pendapatan hingga Rp64 miliar.

Dengan asumsi net profit margin (NPM) sekitar 30 persen, laba bersih PJHB pasca penambahan armada diproyeksikan bisa mencapai Rp19,2 miliar (asumsi moderat).

Aspek keuangan lain yang menarik dari PJHB adalah statusnya yang tidak memiliki utang berbunga (interest-bearing debt). Kondisi ini menghilangkan risiko gagal bayar utang bagi perseroan.

Baca Juga: Calon Investor Dituntut Jeli, Berikut Rekomendasi Trading Saham SCMA dan MBMA di Tengah Prediksi IHSG yang Melemah

Valuasi Premium dan Bonus Waran Seri I

Meskipun memiliki potensi ekspansi pendapatan pasca-IPO, valuasi PJHB tergolong premium. Berdasarkan perhitungan PE dan PBV, PJHB memiliki tingkat Price to Earning (PE) sekitar 33 hingga 40 kali dan Price to Book Value (PBV) sekitar 1,99 hingga 3,97 kali (dengan asumsi harga penawaran tertinggi Rp330 per saham).

Valuasi premium ini terlihat jelas jika dibandingkan dengan pesaingnya yang memiliki kapal sejenis, seperti ELPI, yang memiliki PE TTM sekitar 11 kali dan PBV sekitar 1,57 kali.

Selain penawaran saham, perseroan juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 240 juta waran. Waran Seri I ini diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru.

Rasio waran ditetapkan 2:1, artinya setiap pemegang 2 saham yang ditawarkan berhak memperoleh 1 Waran Seri I. Harga pelaksanaan waran ditetapkan sebesar Rp330 per Waran Seri I.

Waran ini dapat dilaksanakan menjadi saham perseroan pada periode 4 Mei 2026 hingga 4 November 2026. Seluruh dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan untuk modal kerja perseroan, seperti pembelian solar untuk bahan bakar kapal dan biaya perawatan kapal.

Dari segi potensi dividen, PJHB memiliki dividend yield yang tergolong rendah, yaitu sekitar 0,73 persen (berdasarkan laba bersih TTM dan harga penawaran tertinggi).

Baca Juga: Harga Saham Logam Mulia Emas Antam Terus Cetak Rekor Tertinggi, Sentimen Global Mendorong Investasi

Meskipun prospek ekspansi terlihat menjanjikan, investor perlu mencermati kinerja historis PJHB. Berdasarkan kinerja PJHB per 4 bulan 2025, perseroan tengah melanjutkan tren penurunan pendapatan selama tiga tahun berturut-turut, dan laba bersih turun dua tahun berturut-turut.

Laba bersih 4 bulan di 2025 turun 22 persen menjadi Rp5,86 miliar. Penurunan laba bersih ini terutama disebabkan kenaikan beban operasional yang signifikan (96 persen) dan penurunan pendapatan lain-lain.

Untuk menarik investor ritel, beberapa sekuritas menawarkan promo khusus. Investor Ajaib, misalnya, menawarkan pemesanan E-IPO PJHB bebas biaya.

Investor baru di Ajaib atau yang belum pernah membeli saham sebelum periode program, yang berhasil mendapatkan penjatahan saham PJHB, berhak mendapatkan bonus saldo RDN senilai Rp5.000.

Program ini berlaku selama Masa Penawaran Awal (22 hingga 27 Oktober 2025) dan Masa Penawaran Umum. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#investasi #saham ipo #kapal lct