Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Naik, Dompet Menjerit, Emas dan Telur Ayam Jadi Biang Inflasi Oktober 2025, BI Kediri Siaga Jaga Stabilitas Harga

Rahmat Nur Yahya • Rabu, 5 November 2025 | 18:27 WIB
Photo
Photo

TULUNGAGUNG - Harga emas dan telur ayam kembali “menggila” di Oktober 2025.

Data terbaru Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kediri mencatat, tiga wilayah kerja Kota Kediri, Kota Madiun, dan Kabupaten Tulungagung sama-sama mengalami kenaikan inflasi.

Meski masih dalam batas aman, lonjakan harga kebutuhan pokok dan logam mulia mulai terasa di pasar.

Di Kota Kediri, inflasi bulanan melonjak hingga 0,40 persen (mtm), lebih tinggi dibanding bulan lalu yang hanya 0,32 persen. Secara tahunan, inflasi tembus 2,68 persen (yoy).

BI Kediri menyebut, penyebab utamanya berasal dari kenaikan harga emas perhiasan, serta komoditas pangan seperti telur ayam ras dan cabai merah yang membuat dompet warga makin menjerit.

Untungnya, penurunan harga cabai rawit, alpukat, dan melon membantu menahan laju kenaikan lebih parah.

Tak jauh berbeda, Kota Madiun juga ikut “terbakar” inflasi. Kenaikan 0,35 persen (mtm) menjadi yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Warga Madiun pun ikut merasakan efek domino dari mahalnya telur ayam ras, jeruk, dan bawang merah.

Namun, kabar baiknya, harga cabai rawit, beras, dan ayam hidup turun tipis, memberi sedikit napas lega di pasar tradisional.

Sementara Kabupaten Tulungagung masih mencatat inflasi yang relatif lebih jinak, yakni 0,24 persen (mtm), turun dari 0,30 persen bulan sebelumnya.

Kendati begitu, inflasi tahunan Tulungagung sudah menembus 3,07 persen (yoy), sedikit di atas rata-rata provinsi.

Pemicunya tetap sama, emas perhiasan dan bahan pangan segar seperti telur ayam, cabai merah, serta bawang merah.

Harga terong, beras, dan kangkung menjadi penyeimbang yang menahan inflasi tak makin liar.

Bank Indonesia Kediri menegaskan pihaknya tak tinggal diam.

Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), sinergi dengan pemerintah daerah terus diperkuat untuk memastikan pasokan pangan aman dan harga tetap terkendali.

“Kami terus menjaga kestabilan harga agar daya beli masyarakat tidak tergerus,” tegas perwakilan BI Kediri.

Dengan kondisi tersebut, BI Kediri mengingatkan masyarakat agar tetap bijak berbelanja dan waspada terhadap gejolak harga menjelang akhir tahun.

Meski inflasi masih dalam sasaran nasional (2,5 ± 1 persen), tekanan harga dari pangan dan emas perhiasan perlu terus diwaspadai.(yay)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#emas #BI Kediri #Kota Kediri #telur #cabai merah