Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Harga Cabai di Pasar Ngemplak Tulungagung Fluktuatif, Para Pedagang pun Waswas Berpengaruh pada Pendapatannya

Anniza Meina Purbowati • Rabu, 5 November 2025 | 22:19 WIB

Harga komoditi cabai di Pasar Ngemplak, Tulungagung hingga pertengan Desember ini. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Harga komoditi cabai di Pasar Ngemplak, Tulungagung hingga pertengan Desember ini. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Ibu rumah tangga di Tulungagung harus mulai memikirkan pengeluaran untuk bumbu dapur, khususnya cabai.

Alasanya menjelang akhir tahun, harga tiga jenis komoditas cabai di Pasar Ngemplak Tulungagung cenderung fluktuatif. Akibatnya, keuntungan yang didapat pedagang jadi tidak menentu.

Baca Juga: Terungkap di Pengadilan Militer, Prada Richard Disiksa dan Dipaksa Mengaku LGBT, Anusnya Sampai Dilumuri Cabai

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Ngemplak Tulungagung, Novia mengatakan, harga komiditi cabai di Pasar Ngemplak memang terus berubah-ubah.

Namun hal ini tidak berpengaruh pada tingkat penjualan cabai, karena masih tetap dicari masyarakat. "Harga cabai memang naik turun sejak sebulan yang lalu," katanya kemarin (4/11/2025).

Baca Juga: Kenapa Orang Indonesia Suka Makanan Pedas? Ada Rahasia di Balik Cita Rasa Nusantara

Menurut dia, naik turunnya harga cabai tidak sama. Contohnya cabai keriting tembus hingga Rp 40.000 per kilogram.

Padahal dalam kondisi normal seharusnya hanya dipatok kisaran Rp 25.000 - Rp 30.000 per kilogramnya. Di sisi lain, cabai jenis rawit justru anjlok hingga Rp 17.000 per kilogram. “Turun kalau cabai rawit, kalau keriting naik,” tambahnya.

Baca Juga: Orang Tulungagung Gila Makanan Pedas, Ternyata Bukan Sekadar Rasa Membakar Mulut, Melainkan Gaya Hidup

Tidak stabilnya harga di pasaran ini membuat resah para pedagang karena mempengaruhi keuntungan yang diperoleh oleh mereka. "Bagaimana lagi, karena ini sudah sering terjadi," ujarnya.

Sementara itu, Seran, pedagang cabai lain mengaku bahwa keuntungan yang diperoleh olehnya menjadi menipis.

Baca Juga: Gen Z Rela Tersiksa Rasa Pedas Meskipun Bikin Keringat Bercucuran, Begini Alasannya

Dia berharap di tengah tidak menentunya harga, cabai yang dijualnya bisa tetap laris dan keuntungan yang diperolehnya menjadi lebih banyak. "Otomatis kami harus mengikuti mekanisme. Yang penting jualan tetap laku," akunya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #cabai #akhir tahun #bumbu dapur