Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kejutan Awal Pekan, Rupiah Mampu Menekan Dolar AS ke Level Rp16.650, Pasar Optimistis Kondisi Perekonomian Indonesia

Iqbal Pangestu • Senin, 10 November 2025 | 20:25 WIB

Nilai tukar rupiah menguat signifikan terhadap dolar AS pada Senin (10/11/2025), menandai sentimen positif di awal pekan.
Nilai tukar rupiah menguat signifikan terhadap dolar AS pada Senin (10/11/2025), menandai sentimen positif di awal pekan.

RADAR TULUNGAGUNG - Nilai tukar Rupiah dibuka menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat pada awal pekan ini. Perdagangan dibuka pada hari Senin, 10 November 2025.

Mata uang Garuda terapresiasi sebesar 0,18 persen pada pembukaan perdagangan hari ini. Level Dolar AS Turun menjadi Rp16.650 per dolar AS.

Penguatan ini menjadi kabar baik setelah pekan lalu Rupiah ditutup melemah secara kumulatif. Peristiwa Rupiah Menguat ini menandai pembalikan tren di awal 10 November 2025.

Pada pekan lalu, Rupiah sempat ditutup melemah sebesar 0,33 persen secara kumulatif. Level penutupan Rupiah pada akhir pekan berada di Rp16.680/USD.

Baca Juga: IHSG Naik Tajam ke 8.301, Dipicu Menguatnya Indeks Wall Street, Optimisme Investor Menguat Usai Rilis Kinerja Emiten Q3

Melansir data dari Refinitiv, Rupiah berhasil terapresiasi. Rupiah bergerak menuju posisi Rp16.650 per dolar AS.

Sumber lain mencatat penguatan Rupiah di Jakarta sebesar 16 poin atau 0,10 persen. Angka tersebut mencapai Rp16.674 per dolar AS, Dolar AS Turun dari Rp16.690.

Pergerakan Rupiah pada perdagangan hari ini dipengaruhi sentimen dari dalam dan luar negeri. Pelaku pasar terus mencermati berbagai perkembangan ekonomi dan politik.

Dari dalam negeri, fokus pelaku pasar tertuju pada rilis dua indikator Bank Indonesia. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan Indeks Penjualan Ritel (IPR) Oktober 2025 akan diumumkan.

Kedua indikator ini menjadi acuan penting untuk membaca arah konsumsi rumah tangga nasional. Kontribusi konsumsi rumah tangga mencapai lebih dari 50 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) terpantau menguat tipis 0,03 persen pada pukul 09.00 WIB. DXY berada di level 99,632, meskipun Rupiah menguat.

Pekan lalu, dolar AS sempat bergerak volatil akibat ketidakpastian politik di Washington. Kondisi ini menciptakan gejolak pada pasar valuta asing global.

Namun, dari eksternal, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah seiring meningkatnya optimisme pasar. Optimisme ini terkait kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan (government shutdown) AS.

Senat AS dilaporkan tengah bergerak menuju kesepakatan bipartisan untuk mengakhiri kebuntuan anggaran. Pemungutan suara dilaporkan berpotensi dilakukan secepatnya pada Minggu waktu setempat.

Meskipun demikian, negosiasi masih berpotensi tersendat di tengah tarik-menarik politik. Penyelesaian politik di AS belum sepenuhnya selesai.

Rodrigo Catril dari NAB mengatakan bahwa tanda positif kini mulai terlihat. Para politisi mulai terlibat dalam dialog yang kredibel untuk mencapai kompromi.

Peningkatan rasa urgensi untuk mencapai kesepakatan sangat penting. Sentimen positif ini membantu pelemahan nilai Dolar AS Turun di pasar.

Sentimen tersebut membuat dolar AS cenderung terkoreksi. Koreksi ini membuka peluang aliran dana masuk ke mata uang emerging market.

Peluang ini dimanfaatkan oleh Rupiah sehingga terjadi apresiasi. Hasilnya, Rupiah Menguat pada pembukaan perdagangan 10 November 2025.

Baca Juga: Level Terendah Sejak 2022, The FED Pangkas Suku Bunga Acuan Hingga 4 Persen, IHSG Naik 0,55 Persen pada Kamis Ini

Sebelumnya, pada Sabtu, 8 November 2025, Rupiah sempat ditutup menguat ke Rp16.690. Rupiah diprediksi akan fluktuatif pada pekan depan.

Pada Kamis pagi, Rupiah pernah naik mencapai Rp16.699 per dolar AS. Namun pada Jumat pagi, Rupiah sempat melemah ke Rp16.705 per dolar AS.

Pelemahan sebelumnya didorong potensi penundaan pemangkasan suku bunga Fed. Kebijakan suku bunga bank sentral AS selalu menjadi sentimen utama pasar.

Rupiah Menguat pada 10 November 2025 ini membuktikan ketahanan mata uang domestik. Penguatan ini menunjukkan optimisme pasar terhadap ekonomi Indonesia.

Pelemahan Dolar AS Turun seiring harapan penyelesaian politik di Washington. Investor akan terus memantau perkembangan ini untuk mengambil keputusan investasi. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#10 november #Goverment Shutdown #kurs rupiah #dolar as #rupiah