RADAR TULUNGAGUNG - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) secara resmi mengumumkan pergantian pucuk kepemimpinan.
Perusahaan menerima surat pengunduran diri dari Direktur Utama mereka pada Senin (24/11/2025).
Patrick Walujo mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama atau CEO GOTO yang telah diemban sejak Juni 2023.
Selanjutnya, tongkat kepemimpinan akan diteruskan kepada Hans Patuwo.
Hans Patuwo dinominasikan sebagai Direktur Utama Perseroan dan Chief Executive Officer (CEO).
Nominasi tersebut akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
RUPSLB GOTO dijadwalkan akan dihelat pada 17 Desember 2025 mendatang.
Transisi ini disebut telah disiapkan secara ketat demi menjaga stabilitas dan kesinambungan strategi GOTO.
Baca Juga: Ungkap Strategi Menuju 8 Persen, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis Ekonomi RI Bisa Tancap Gas
Manajemen GOTO menegaskan proses transisi mencerminkan komitmen menuju fase pertumbuhan berikutnya.
Tujuannya adalah mencapai profitabilitas berkelanjutan bagi perusahaan.
Hans Patuwo memiliki rekam jejak yang panjang di ekosistem GoTo selama hampir delapan tahun.
Ia memimpin berbagai lini bisnis utama Gojek, GoPay, hingga GoTo sejak bergabung tahun 2018.
Hans Patuwo saat ini menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO).
Ia juga menjabat Presiden On-Demand Services (ODS), memimpin operasi di seluruh ekosistem GOTO.
Komisaris Utama GOTO, Agus Martowardojo, menyampaikan terima kasih khusus kepada Patrick Walujo.
Ia memuji Patrick atas perannya dalam memperkuat fundamental keuangan perusahaan.
Patrick dinilai berhasil membawa GOTO melewati transformasi signifikan yang memperkuat fundamental.
Ia juga memberikan kejelasan mengenai arah strategi jangka panjang perusahaan.
Manajemen GOTO memastikan kejadian ini tidak berdampak merugikan kegiatan operasional.
Kondisi hukum, keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan juga tetap terjamin.
Selain Patrick Walujo, Direktur Ade Mulyana juga telah mengajukan pengunduran diri.
Ia mundur untuk fokus pada komitmen keluarga dan aktivitas profesional lainnya di luar GOTO.
Dua komisaris, Pablo Malay dan Winato Kartono, turut menyerahkan surat pengunduran diri.
Mereka mundur dari jabatannya karena alasan pribadi dan keluarga.
Untuk penguatan fungsi pengawasan, GOTO menominasikan dua nama baru sebagai komisaris.
Andre Soelistyo dan Santoso Kartono dinominasikan untuk mengisi posisi tersebut.
Keduanya memiliki pemahaman mendalam mengenai teknologi dan investasi yang strategis.
Pengalaman ini diharapkan memperkuat fungsi pengawasan dan tata kelola perusahaan.
Seluruh proses suksesi ini akan mengikuti ketentuan POJK 33/2014 dan POJK 15/2020.
Proses pergantian manajemen akan disahkan melalui Anggaran Dasar GOTO di RUPSLB.
Kabar mundurnya Patrick Walujo sebenarnya sudah santer terdengar sejak akhir pekan lalu.
Rumor ini ramai dilaporkan oleh Dealstreet Asia pada Minggu (23/11/2025).
Rumor menyebut Hans Patuwo berpotensi menggantikan Patrick untuk memuluskan rencana merger dengan Grab.
Kabar serupa juga disampaikan oleh sejumlah sumber Bloomberg.
Baca Juga: Pemerintah Mulai Salurkan BLT 900 Ribu untuk 35 Juta KPM, Daya Beli Ditarget Naik Jelang Akhir Tahun
Beberapa pemegang saham besar mendorong penyelenggaraan RUPSLB untuk pemungutan suara pergantian CEO.
Pemegang saham tersebut termasuk SoftBank Group Corp., Provident Capital Partners, dan Peak XV.
Pemegang saham khawatir kepemimpinan Patrick Walujo menghambat proses merger.
Mereka juga melihat adanya penurunan nilai pasar GOTO lebih dari 40%.
Meskipun demikian, GOTO sebelumnya sempat menepis spekulasi aksi korporasi besar pada 12 November 2025.
GOTO menegaskan RUPSLB tidak berkaitan dengan isu escrow fund.
Penyelenggaraan RUPSLB saat itu disebut sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik.
RUPSLB ini diselenggarakan sesuai komitmen GOTO.
Kini dengan pengumuman resmi, fokus beralih pada kepemimpinan Hans Patuwo.
Hans diharapkan dapat menjaga stabilitas dan memimpin GOTO menuju profitabilitas.***
Editor : Vidya Sajar Fitri