RADAR TULUNGAGUNG – Pemkab Tulungagung kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor industri ķecil menengah (IKM) melalui optimalisasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
Salah satunya diwujudkan lewat kegiatan Pelatihan Finishing Mebel Kayu Bernuansa Retak yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Tulungagung pada 2–3 Oktober 2025.
Program ini menjadi wujud nyata pemanfaatan DBHCHT untuk meningkatkan keterampilan pelaku industri lokal.
Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 72 Tahun 2024, DBHCHT diarahkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan pengembangan industri kecil.
Hal itu terlihat jelas dalam pelatihan yang diikuti 25 pelaku IKM dari berbagai kecamatan di Tulungagung.
Mereka mendapatkan kesempatan belajar teknik finishing kayu yang kini banyak diminati pasar sekaligus dukungan peralatan kerja.
Disperindag memastikan bahwa alokasi DBHCHT tidak hanya bersifat seremonial, tetapi berdampak langsung kepada pelaku usaha.
Plt Kabid Industri M. Salman Huda mengatakan bahwa pemanfaatan DBHCHT harus menghasilkan kemandirian ekonomi.
Menurut dia, pelatihan ini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga mencakup manajemen usaha, pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna.
“IKM mebel harus siap bersaing, bukan hanya di pasar lokal, tetapi juga di pasar global,” ujarnya.
Lebih lanjut, Salman menyampaikan bahwa peserta pelatihan dipilih berdasarkan usulan desa dalam Musrenbang Kabupaten 2024.
Usai mengikuti pelatihan, masing-masing IKM juga menerima bantuan alat pendukung produksi seperti kompresor, bor listrik, dan gerinda tangan.
Bantuan ini diharapkan menjadi modal penguatan usaha agar tidak sekadar bertahan, tetapi terus berkembang.
Disperindag juga menekankan pentingnya legalitas usaha bagi pelaku IKM. Dengan izin resmi, akses pembiayaan, pendampingan pemerintah, hingga peluang promosi produk akan semakin terbuka.
“Legalitas itu bukan sekadar syarat administratif, tapi pintu menuju kepercayaan konsumen dan pengembangan usaha yang lebih luas,” tegas Salman.
Baca Juga: DBHCHT Tulungagung di Semester Pertama Baru Terserap 21,8 Persen, Apa Penyebabnya?
Melalui rangkaian pembinaan tersebut, Pemkab Tulungagung berharap muncul tenaga kerja terampil serta IKM pertukangan kayu yang tangguh.
Kualitas bahan, teknik pengerjaan, hingga hasil akhir diklaim harus menjadi prioritas utama demi kepuasan pelanggan.
Jika IKM lokal terus diberdayakan, sektor ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah. ****
Editor : Dharaka R. Perdana