Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BI Tegaskan Nilai Tukar Rupiah Akan Menguat, Ini Penjelasan Lengkap Penyebab Pelemahan dan Strategi Bank Indonesia

Vidya Sajar Fitri • Rabu, 28 Januari 2026 | 15:24 WIB
BI menegaskan nilai tukar rupiah secara fundamental kuat dan berpotensi akan menguat.(Gemini AI)
BI menegaskan nilai tukar rupiah secara fundamental kuat dan berpotensi akan menguat.(Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG – Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa nilai tukar rupiah secara fundamental berada dalam kondisi kuat dan berpotensi menguat.

Pelemahan rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir disebut hanya dipengaruhi faktor teknis jangka pendek, terutama akibat dinamika pasar keuangan global.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah bukan disebabkan oleh melemahnya fondasi ekonomi domestik.

Menurutnya, kondisi fundamental Indonesia justru menunjukkan sinyal positif yang mendukung penguatan rupiah ke depan.

“Pelemahan nilai tukar ini karena faktor-faktor teknikal, sifatnya jangka pendek. Secara fundamental, nilai tukar rupiah akan menguat,” tegas Perry dalam keterangannya.

Tekanan Global Jadi Pemicu Pelemahan Rupiah

Peri memaparkan, salah satu penyebab utama melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS adalah aliran keluar modal asing atau capital outflow.

Investor global cenderung menarik dananya dari negara berkembang akibat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.

Selain itu, permintaan valuta asing dari sektor perbankan dan korporasi domestik juga turut menekan pergerakan rupiah.

Kebutuhan dolar AS untuk pembayaran impor, cicilan utang luar negeri, hingga keperluan bisnis jangka pendek menjadi faktor tambahan yang memengaruhi stabilitas kurs.

Meski demikian, BI menilai tekanan tersebut bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi nasional secara menyeluruh.

BI Siapkan Langkah Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Untuk merespons pelemahan tersebut, Bank Indonesia telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Salah satunya adalah melakukan intervensi di pasar valuta asing, baik di pasar domestik maupun luar negeri.

Intervensi dilakukan melalui transaksi Non-Delivery Forward (NDF), pasar spot dalam negeri, serta pasar luar negeri.

Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi.

Tak hanya itu, BI juga memperkuat strategi moneter secara keseluruhan untuk memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga.

Kebijakan ini diharapkan mampu meredam gejolak jangka pendek sekaligus memperkuat kepercayaan pelaku pasar.

Indikator Fundamental Dukung Rupiah Menguat

Peri menegaskan bahwa ada sejumlah indikator fundamental yang menjadi dasar optimisme BI terhadap penguatan nilai tukar rupiah. Pertama adalah tingkat inflasi yang masih terjaga rendah dan berada dalam target.

Inflasi yang terkendali menunjukkan daya beli masyarakat relatif stabil dan tekanan harga tidak berlebihan. Kondisi ini menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Kedua, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai membaik. Aktivitas ekonomi domestik terus menunjukkan pemulihan, ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah.

Ketiga, imbal hasil investasi di Indonesia masih tergolong menarik dibandingkan negara lain.

Hal ini memberikan daya tarik bagi investor untuk kembali menanamkan modalnya di dalam negeri, yang pada akhirnya akan mendukung penguatan nilai tukar rupiah.

Komitmen BI Jaga Stabilitas Rupiah

Selain indikator ekonomi, komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar juga menjadi faktor kunci.

BI menegaskan akan terus berada di pasar untuk memastikan rupiah bergerak sesuai fundamental dan tidak berfluktuasi berlebihan.

Menanggapi pertanyaan mengenai apakah rupiah saat ini berada di level undervalued atau di bawah nilai wajarnya, Perry menjawab tegas bahwa secara fundamental rupiah memang memiliki ruang untuk menguat.

“Nilai tukar secara fundamental akan menguat. Ini didukung inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi yang membaik, serta imbal hasil investasi yang menarik,” jelasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, BI optimistis stabilitas nilai tukar rupiah dapat terus terjaga di tengah ketidakpastian global.

Masyarakat dan pelaku usaha pun diimbau tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi jangka pendek.***

 

Editor : Vidya Sajar Fitri
#rupiah menguat #bank indonesia #ekonomi indonesia #nilai tukar rupiah #dolar as