Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

PKH dan BPNT Tahap 1 Tahun 2026 Resmi Disiapkan, KPM Baru Bertambah dan Desil 5 Dihentikan

Dara Shauqy Hadiwijaya • Rabu, 28 Januari 2026 | 21:20 WIB

Penyaluran PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2026 disiapkan Kemensos, KPM baru bertambah, sementara desil 5 resmi tidak lagi menerima bantuan.
Penyaluran PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2026 disiapkan Kemensos, KPM baru bertambah, sementara desil 5 resmi tidak lagi menerima bantuan.

JAKARTA - Kementerian Sosial Republik Indonesia resmi menyiapkan penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap pertama tahun 2026 periode Januari–Maret. Per 28 Januari 2026, sistem SIKS-NG menunjukkan adanya penambahan signifikan keluarga penerima manfaat (KPM) baru, sekaligus penegasan bahwa KPM yang berada di desil 5 tidak lagi menerima bantuan reguler.

Kemensos Buka Peluang KPM Baru di Tahap Pertama 2026

Kabar baik datang bagi masyarakat yang selama ini belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah. Berdasarkan pemantauan data di sistem SIKS-NG Kementerian Sosial, sejumlah nama baru telah resmi masuk sebagai calon penerima bantuan reguler PKH dan BPNT tahap pertama tahun 2026.

Nama-nama tersebut merupakan warga yang telah melalui proses verifikasi dan validasi kelayakan pada tahun 2025, baik melalui usulan desa, Dinas Sosial, maupun pengajuan mandiri melalui aplikasi Cek Bansos. Masuknya data ini menandakan bahwa pemerintah membuka peluang luas bagi keluarga miskin yang selama ini belum tersentuh bantuan sosial.

 

Baca Juga: PKH BPNT Tahap 1 2026 Resmi Disalurkan! 3 Provinsi Diprioritaskan, Saldo KKS Cair Bertahap—Ini Cara Cek di SIKS NG dan cekbansos.go.id

 

Final Closing PKH Menunjukkan Penambahan Penerima Baru

Pemantauan pada menu View DTS – PKH Final Closing di SIKS-NG menunjukkan adanya peningkatan jumlah data secara signifikan. Tahapan final closing merupakan proses akhir sebelum bantuan PKH resmi dicairkan kepada KPM pada tahap pertama.

Bertambahnya jumlah record pada menu tersebut menandakan bahwa KPM baru telah ditetapkan dan siap masuk ke tahap penyaluran. Kebijakan ini juga akan berlanjut ke sistem buka rekening kolektif bagi KPM baru yang nantinya akan menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai alat penyaluran bantuan.

Eks Penerima BLT Kesra Mulai Masuk Skema PKH dan BPNT

Sebagian warga yang sebelumnya menerima bantuan BLT Kesra pada tahun 2025 dan berada di desil 1 hingga desil 4 terpantau mulai masuk ke dalam skema bantuan PKH maupun BPNT. Hal ini menunjukkan adanya transisi data penerima bantuan yang disesuaikan dengan kebijakan terbaru Kementerian Sosial.

Dengan demikian, penerima bantuan tidak lagi bersifat statis, melainkan berganti berdasarkan tingkat kesejahteraan dan hasil pemutakhiran data sosial ekonomi nasional.

Desil 5 Resmi Tidak Lagi Menerima PKH dan BPNT

Di sisi lain, pemerintah juga menyampaikan kabar yang kurang menggembirakan bagi sebagian KPM. Berdasarkan aturan terbaru Kementerian Sosial, keluarga penerima manfaat yang berada di desil 5 dipastikan tidak lagi menerima bantuan sosial reguler, baik PKH maupun BPNT, pada tahap pertama tahun 2026.

Penghentian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penajaman sasaran bantuan sosial agar benar-benar diterima oleh keluarga yang paling membutuhkan, yakni mereka yang berada di desil 1 sampai desil 4.

 

Baca Juga: BPS Tegaskan Desil 1–4 Jadi Kunci Bansos 2026! Kepala Desa Diminta Temukan 10% Warga Termiskin, Aplikasi Cek Bansos Dibuka Usul Sanggah

 

Bansos Dialihkan untuk Warga Miskin Desil 1–4 yang Belum Pernah Menerima

Penghentian bantuan bagi KPM desil 5 membuka peluang bagi masyarakat miskin di desil 1 hingga desil 4 yang selama ini belum pernah menerima bantuan sosial. Pemerintah menegaskan bahwa bansos bersifat sementara dan bergilir, sehingga keluarga yang lebih membutuhkan dapat memperoleh bantuan.

Dengan kebijakan ini, Kementerian Sosial berharap distribusi bantuan sosial menjadi lebih adil dan merata, serta mampu menjangkau warga miskin yang sebelumnya belum terdata sebagai penerima.

Update Terbaru Status PKH di SIKS-NG per 28 Januari 2026

Berdasarkan pengecekan di sistem SIKS-NG pada Rabu, 28 Januari 2026, status penyaluran PKH untuk periode Januari–Maret masih berada pada tahap proses verifikasi rekening di seluruh bank penyalur, yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BSI.

Tahapan ini menunjukkan bahwa data penerima masih dalam proses penyesuaian dan pencocokan rekening, termasuk akibat adanya penambahan KPM baru pada tahap pertama tahun ini.

 

Baca Juga: BPS Tegaskan Desil 1–4 Prioritas Bansos, Kepala Desa Wajib Tentukan 10 Persen Warga Termiskin

 

Status BPNT Kembali ke Verifikasi Rekening

Sementara itu, untuk bantuan sembako atau BPNT periode Januari–Maret 2026, status di seluruh bank penyalur juga kembali ke tahap verifikasi rekening. Sebelumnya, sempat terpantau beberapa bank telah menyelesaikan proses verifikasi, namun penambahan KPM baru menyebabkan sistem kembali melakukan penyesuaian data.

Kondisi ini dinilai wajar dan menjadi bagian dari mekanisme penyaluran agar bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran kepada seluruh KPM yang telah ditetapkan.

Penyaluran Ditargetkan Setelah Verifikasi Selesai

Dengan masih berlangsungnya proses verifikasi rekening baik untuk PKH maupun BPNT, penyaluran bantuan sosial tahap pertama diperkirakan akan dilakukan setelah seluruh data dinyatakan final. Pemerintah berharap bantuan dapat segera disalurkan kepada keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia setelah tahapan administrasi selesai.

 

Baca Juga: Update PKH BPNT Tahap 1 2026 Terbaru 28 Januari: Status SIKS NG Bergerak dari Verifikasi Rekening ke “Belum SPM”, Kapan Saldo KKS Masuk?

 

Masyarakat diimbau untuk terus memantau status bantuan melalui aplikasi Cek Bansos serta berkoordinasi dengan pemerintah desa atau pendamping sosial apabila terdapat perubahan data.

Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya
#2026 #PKH #bansos