RADAR TULUNGAGUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan percepatan reformasi pasar modal Indonesia tetap berjalan di tengah dinamika pergantian pejabat dan tekanan pasar yang memicu anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir.
Kepastian itu disampaikan menyusul penunjukan pejabat sementara (Plt) untuk mengisi sejumlah posisi strategis di tubuh OJK.
Friderica Widyasari Dewi ditunjuk sebagai pejabat sementara Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.
Sementara itu, Hasan Fawzi dipercaya mengisi posisi Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.
Penunjukan ini dilakukan setelah sejumlah pejabat OJK mengundurkan diri pekan lalu.
Friderica menegaskan tidak ada kekosongan jabatan yang mengganggu kinerja lembaga.
Menurutnya, reformasi pasar modal Indonesia tetap menjadi prioritas utama OJK bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Tidak ada kekosongan. Kami memastikan seluruh fungsi pengaturan, pengawasan, dan perlindungan konsumen tetap berjalan optimal,” ujarnya.
Pejabat Rangkap Jabatan, OJK Klaim Tetap Solid
Dalam struktur sementara tersebut, Friderica mengemban tiga jabatan sekaligus, termasuk posisinya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen.
Hasan Fawzi juga merangkap jabatan sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto.
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, serta sejumlah pejabat pengawas pasar modal OJK resmi mengundurkan diri.
OJK menegaskan proses tersebut tidak memengaruhi stabilitas sistem keuangan nasional maupun agenda reformasi pasar modal Indonesia.
Audiensi OJK–BEI dengan MSCI Jadi Perhatian Pasar
Di tengah tekanan IHSG, OJK bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan menggelar pertemuan daring dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Audiensi tersebut membahas pembekuan sejumlah kebijakan dalam proses peninjauan indeks, termasuk foreign inclusion factor, jumlah saham tercatat, hingga perpindahan saham dari segmen small cap ke standard.
Pertemuan dengan MSCI ini diwakili langsung oleh Friderica Widyasari Dewi sebagai Plt Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.
Pasar menantikan hasil pertemuan ini sebagai penentu arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek.
Delapan Langkah Percepatan Reformasi Pasar Modal
Sebagai respons atas volatilitas pasar, OJK dan BEI meluncurkan delapan langkah percepatan reformasi pasar modal Indonesia.
Kebijakan tersebut diumumkan di Main Hall Bursa Efek Indonesia dan menitikberatkan pada penguatan tata kelola serta transparansi pasar.
Delapan langkah itu antara lain mencakup kebijakan baru free float emiten, penguatan data kepemilikan saham, peningkatan kualitas klasifikasi investor, hingga rencana demutualisasi bursa.
Salah satu poin utama adalah rencana kenaikan batas minimal free float saham menjadi 15 persen, khususnya bagi emiten baru melalui penawaran umum perdana (IPO).
Friderica menyebut langkah-langkah tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan pasar yang kredibel, transparan, dan berdaya saing.
“Reformasi ini kami yakini mampu menghadirkan fondasi yang kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Investor Asing Merespons Positif
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan bahwa investor asing merespons positif langkah cepat pemerintah, OJK, dan BEI.
Ia mengungkapkan telah berkomunikasi dengan sejumlah investor global dalam dua hari terakhir.
Menurut Rosan, kebijakan peningkatan free float dinilai mampu memperbaiki likuiditas dan tata kelola pasar.
“Ini momentum untuk menjalankan hal yang benar dan mengakselerasi reformasi yang memang sudah seharusnya dilakukan,” katanya.
BPI Danantara sendiri akan berperan aktif di pasar modal dengan menempatkan sekitar separuh pendanaannya di public market.
Investasi dilakukan melalui manajer investasi dengan fokus pada saham berlikuiditas baik, fundamental kuat, dan valuasi menarik.
IHSG Masih Terkoreksi, Pemerintah Tetap Optimistis
Pada perdagangan Senin (2/2/2026), IHSG masih bergerak di zona koreksi.
Hingga pukul 09.44 WIB, indeks tercatat melemah sekitar 3,87 persen ke level 8.007 dengan nilai transaksi mencapai Rp10,1 triliun.
Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pasar akan segera pulih.
Ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih solid dan sistem tata kelola bursa cukup kuat untuk menghadapi dinamika manajemen.
“Tidak ada gangguan. Fundamental ekonomi kita bagus dan akan terus membaik,” ujarnya.
Pemerintah meyakini reformasi pasar modal Indonesia yang sedang dipercepat akan menjadi kunci pemulihan kepercayaan investor dan penguatan IHSG ke depan.***
Editor : Vidya Sajar Fitri