Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

IHSG Berpeluang Menguat Usai Drama Pengunduran Diri Pejabat OJK dan BEI, Investor Masih Waspada Volatilitas Tinggi

Vidya Sajar Fitri • Senin, 2 Februari 2026 | 16:05 WIB
IHSG berpeluang menguat usai gejolak pasar dan pengunduran diri pejabat OJK-BEI.(Ilustrasi Gemini AI)
IHSG berpeluang menguat usai gejolak pasar dan pengunduran diri pejabat OJK-BEI.(Ilustrasi Gemini AI)

RADAR TULUNGAGUNG - Pergerakan IHSG di awal pekan ini diperkirakan masih akan diwarnai volatilitas tinggi, menyusul rangkaian peristiwa besar yang mengguncang pasar modal Indonesia sepanjang pekan lalu.

Mulai dari perubahan aturan free float, anjloknya indeks hingga level terendah 7.400, hingga pengunduran diri sejumlah pejabat penting di sektor keuangan, membuat pelaku pasar sempat diliputi kepanikan.

Namun demikian, sejumlah analis menilai kondisi pasar mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi.

IHSG bahkan dinilai memiliki peluang melanjutkan penguatan, seiring munculnya kembali buying power dari investor institusi serta langkah cepat otoritas dalam meredam gejolak.

Pada pekan lalu, IHSG sempat mengalami tekanan berat akibat aksi jual besar-besaran yang dipicu ketidakpastian kebijakan dan sentimen negatif pasar.

Tekanan tersebut membawa indeks jatuh hingga ke level 7.400, sebelum akhirnya mengalami rebound tajam dan ditutup di kisaran 8.200 pada Kamis, lalu menguat ke area 8.300 pada penutupan Jumat.

Respon Otoritas Jadi Penopang Sentimen IHSG

Gejolak pasar juga diperparah oleh kabar pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), serta Ketua dan Wakil Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, pemerintah dan regulator bergerak cepat dengan menunjuk pelaksana tugas (PLT) di posisi strategis tersebut.

Langkah ini dinilai cukup menenangkan pelaku pasar. Otoritas juga menyampaikan komitmen untuk menjaga stabilitas pasar, termasuk melalui koordinasi antara BEI, OJK, dan pemerintah.

Selain itu, kehadiran Danantara sebagai entitas yang disebut siap aktif di pasar modal turut memberikan harapan baru.

Pernyataan pejabat Danantara yang menyebutkan kesiapan mereka untuk berinvestasi sekaligus menjadi penyedia likuiditas dinilai sebagai sentimen positif bagi IHSG.

Hal ini memberi sinyal bahwa pasar tidak dibiarkan bergejolak tanpa intervensi kebijakan yang terukur.

Volatilitas Masih Tinggi, Tapi Panic Selling Diprediksi Mereda

Meski volatilitas masih berpotensi tinggi dalam beberapa hari ke depan, analis menilai skenario panic selling seperti yang terjadi pekan lalu kecil kemungkinan terulang.

Pasar diperkirakan akan bergerak lebih tenang, meski tetap fluktuatif.

Rejection kuat yang terjadi pada Kamis lalu, di mana IHSG melonjak sekitar 800 poin dari level terendah, menjadi indikasi kuat adanya aksi beli signifikan.

Pergerakan sebesar itu diyakini tidak mungkin hanya dilakukan oleh investor ritel, melainkan melibatkan investor institusi besar.

Momentum rebound yang berlanjut hingga penutupan Jumat menjadi sinyal bahwa sebagian pelaku pasar melihat kejatuhan indeks sebagai peluang akumulasi.

Kondisi ini menjadi dasar optimisme bahwa IHSG masih memiliki ruang penguatan di awal pekan.

Target Penguatan IHSG dan Level Teknis Penting

Secara teknikal, IHSG masih memiliki gap penurunan yang belum tertutup, yang terbentuk saat kejatuhan tajam di pertengahan pekan lalu.

Area gap tersebut berada di kisaran 8.600 hingga 8.800 dan berpotensi menjadi target penguatan terdekat sekaligus level resistance.

Secara historis, gap semacam ini cenderung tertutup, meski waktu pencapaiannya masih sulit dipastikan.

Jika momentum positif berlanjut, level 8.600 dinilai cukup realistis untuk diuji dalam waktu dekat.

Sementara itu, level 8.000 menjadi area support kuat yang perlu diperhatikan pelaku pasar.

Selama IHSG mampu bertahan di atas level tersebut, peluang melanjutkan tren penguatan masih terbuka.

Dari sisi aliran dana, investor domestik mulai menunjukkan tanda-tanda inflow, meski investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih.

Namun, tekanan jual dari asing dilaporkan mulai berkurang dari hari ke hari, menandakan sentimen negatif mulai mereda.

Dengan berbagai sentimen tersebut, pelaku pasar diimbau tetap mencermati pernyataan regulator, arah kebijakan pemerintah, serta dinamika global.

Meski peluang penguatan IHSG terbuka, volatilitas tinggi masih menjadi risiko yang harus diantisipasi.***

Editor : Vidya Sajar Fitri
#bursa efek indonesia #ihsg #Volatilitas Saham #ojk #pasar modal